At 18:02 30/06/99 +0700, Harian Glodok Standard <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
Senang juga berdebat dengan Anda, Bung! Kalau nggak ada orang seperti Anda
suasana milis ini bisa rada datar.
>Catat ya Bung :
>
>Saya tidak antipati terhadap sesuatu !
>Kalau persepsi itu yang anda tangkap, itu urusan anda
>Saya cuma tidak suka denga Megawati yang jadi Presiden.
>Dan itu tanggung jawab saya pribadi !
Anda bilang saya tidak antipati terhadap siapapun, kemudian diteruskan
"saya tidak suka dengan Megawati ..." Nah, kalau "tidak suka" itu apa bukan
antipati juga?
Memang itu tanggung jawab Anda pribadi, kami harus menghargainya. Sama
halnya Anda sepatutnya menghargai sikap dan pendirian kami.
Saya ingin tanya juga, apakah sampai ada diterbitkan buku komik khusus
Amien Rais itu bukan mengarah kepada pengkultusan individu juga? Anda pasti
menjawabnya "tidak!" Karena yang dijadikan komik khusus itu Amien Rais.
Coba, kalau Mega ...?
>
>Dan anda benar, saya tidak menangani rubrik apapun di Jawa Pos.
>Saya mengasuh hampir semua rubrik di Glodok Standard, koran bayi yang
>baru berusia satu bulan !
>Di sela-sela kerja yang meletihkan, saya ikutan milis ini.
Ada dua kemungkinan yang membuat Anda seperti ini:
- Karena hampir menjadi "penguasa tunggal" sebagai pengasuh hampir semua
rubrik di Glodok Standard (GS), Anda cenderung bersikap "diktator." Merasa
paling berkuasa di GS
maka Anda merasa berhak mengatasnamakan media tersebut. Anda tidak bisa
membedakan antara GS sebagai sebuah institusi media dengan Anda sebagai
pribadi. Untung saya nggak langganan GS, kalau langganan melihat
pengasuhnya seperti ini saya mungkin langsung berhenti langganan.:)
- Anda terlalu banyak kerja (over). Sehingga capek.
>
>Tapi posting anda itu tidak akan mengubah sikap saya !
>Saya tidak suka Megawati.
Sekali lagi, di atas tadi Anda mengatakan "saya tidak anti siapapun." Lalu
apa bedanya "saya tidak suka Megawati" dengan "saya antipati dengan Megawati?"
Saya kira bukan maksud saya dan teman2 untuk mengubah pendirian Anda. Sama
sekali tidak. Yang kami pertanyakan adalah kok bisa-bisanya Anda
mengatasnamakan, atau mungkin lebih tepat menggunakan nama institusi untuk
e-mail pribadi Anda? Sehingga asumsi orang adalah itu pendapat institusi
tersebut (Jawa Pos Grup). Padahal sebagai sebuah media umum seharusnya
memberitakan secara obyektif. Kecuali berpihak pada rakyat, berpihak kepada
keadilan. Tetapi bukan berpihak dalam berpolitik (berpihak pada salah satu
partai dan mengecam partai yang lain). Lain hal lagi kalau itu pribadi
masing2 wartawannya. Kecuali koran Anda adalah koran partisan. Seperti
tabloid Amanah (PAN), atau Demokrat (PDIP.
>Dan maaf untuk Bung Martin, saya terlalu sibuk untuk punya dua email.
>Apalagi yang beralamatkan di yahoo atau hotmail.
>Memang ada etika milis yang melarang orang pakai alamat email perusahaan
>untuk keperluan posting pribadi ?
>Kalau memang ada, beritahukan saya !
Pertanyaan buat Anda, pantaskah Anda menggunakan nama GS untuk kepentingan
pribadi Anda. Misalnya dengan memakai kop surat GS, stempel GS untuk
membeli/kredit barang-barang keperluan pribadi Anda?
Saya harap Anda tidak seperti Ghalib (bukan soal korupsinya), yang tidak
merasa bersalah untuk membuka rekening organisasi (PGI) dengan memakai nama
pribadinya.
Apakah pantas seorang pejabat menggunakan kop surat dan stempel
departemennya untuk kepentingan2 pribadinya?
>Ringkas kata,
>Nggak usah ribut apa kata saya !
>Saya cuma sendirian disini. Dan teman di sebelah saya bahkan pemuja
>Megawati. Tetapi kami berdua tengah malam sering ngopi sama-sama ....
>Jadi nggak usah terlalu kebakaran jenggot seperti Gigih Nusantara, orang
>yang begitu gigih memuja Megawati dan menghujat Amien Rais
>habis-habisan.
Lho, kalau Anda memuja Amien Rais dan menghujat Mega habis-habisan kok
boleh-boleh saja?
Kalau suatu ketika kita minum kopi bersama, Anda bersedia nggak?
>
>Edan !
>
Lucunya, saya juga menganggap Anda edan.
---
P.S.
Soal wartawan D&R, saya belum pernah baca tuh postingnya.
Daniel H.T.
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!