Mung kin anda benar !

Saya terlalu capek dan terlalu stress !
Makasih !

Tetap berfikir merdeka !

Iwan

Daniel H.T. wrote:
> 
> At 18:02 30/06/99 +0700, Harian Glodok Standard <[EMAIL PROTECTED]>
>  wrote:
> 
> Senang juga berdebat dengan Anda, Bung! Kalau nggak ada orang seperti Anda
> suasana milis ini bisa rada datar.
> 
> >Catat ya Bung :
> >
> >Saya tidak antipati terhadap sesuatu !
> >Kalau persepsi itu yang anda tangkap, itu urusan anda
> >Saya cuma tidak suka denga Megawati yang jadi Presiden.
> >Dan itu tanggung jawab saya pribadi !
> 
> Anda bilang saya tidak antipati terhadap siapapun, kemudian diteruskan
> "saya tidak suka dengan Megawati ..." Nah, kalau "tidak suka" itu apa bukan
> antipati juga?
> 
> Memang itu tanggung jawab Anda pribadi, kami harus menghargainya. Sama
> halnya Anda sepatutnya menghargai sikap dan pendirian kami.
> 
> Saya ingin tanya juga, apakah sampai ada diterbitkan buku komik khusus
> Amien Rais itu bukan mengarah kepada pengkultusan individu juga? Anda pasti
> menjawabnya "tidak!" Karena yang dijadikan komik khusus itu Amien Rais.
> Coba, kalau Mega ...?
> 
> >
> >Dan anda benar, saya tidak menangani rubrik apapun di Jawa Pos.
> >Saya mengasuh hampir semua rubrik di Glodok Standard, koran bayi yang
> >baru berusia satu bulan !
> >Di sela-sela kerja yang meletihkan, saya ikutan milis ini.
> 
> Ada dua kemungkinan yang membuat Anda seperti ini:
> - Karena hampir menjadi "penguasa tunggal" sebagai pengasuh hampir semua
> rubrik di Glodok Standard (GS), Anda cenderung bersikap "diktator." Merasa
> paling berkuasa di GS
> maka Anda merasa berhak mengatasnamakan media tersebut. Anda tidak bisa
> membedakan antara GS sebagai sebuah institusi media dengan Anda sebagai
> pribadi. Untung saya nggak langganan GS, kalau langganan melihat
> pengasuhnya seperti ini saya mungkin langsung berhenti langganan.:)
> 
> - Anda terlalu banyak kerja (over). Sehingga capek.
> 
> >
> >Tapi posting anda itu tidak akan mengubah sikap saya !
> >Saya tidak suka Megawati.
> 
> Sekali lagi, di atas tadi Anda mengatakan "saya tidak anti siapapun." Lalu
> apa bedanya "saya tidak suka Megawati" dengan "saya antipati dengan Megawati?"
> 
> Saya kira bukan maksud saya dan teman2 untuk mengubah pendirian Anda. Sama
> sekali tidak. Yang kami pertanyakan adalah kok bisa-bisanya Anda
> mengatasnamakan, atau mungkin lebih tepat menggunakan nama institusi untuk
> e-mail pribadi Anda? Sehingga asumsi orang adalah itu pendapat institusi
> tersebut (Jawa Pos Grup). Padahal sebagai sebuah media umum seharusnya
> memberitakan secara obyektif. Kecuali berpihak pada rakyat, berpihak kepada
> keadilan. Tetapi bukan berpihak dalam berpolitik (berpihak pada salah satu
> partai dan mengecam partai yang lain). Lain hal lagi kalau itu pribadi
> masing2 wartawannya. Kecuali koran Anda adalah koran partisan. Seperti
> tabloid Amanah (PAN), atau Demokrat (PDIP.
> 
> >Dan maaf untuk Bung Martin, saya terlalu sibuk untuk punya dua email.
> >Apalagi yang beralamatkan di yahoo atau hotmail.
> >Memang ada etika milis yang melarang orang pakai alamat email perusahaan
> >untuk keperluan posting pribadi ?
> >Kalau memang ada, beritahukan saya !
> 
> Pertanyaan buat Anda, pantaskah Anda menggunakan nama GS untuk kepentingan
> pribadi Anda. Misalnya dengan memakai  kop surat GS, stempel GS untuk
> membeli/kredit barang-barang keperluan pribadi Anda?
> 
> Saya harap Anda tidak seperti Ghalib (bukan soal korupsinya), yang tidak
> merasa bersalah untuk membuka rekening organisasi (PGI) dengan memakai nama
> pribadinya.
> 
> Apakah pantas seorang pejabat menggunakan kop surat dan stempel
> departemennya untuk kepentingan2 pribadinya?
> 
> >Ringkas kata,
> >Nggak usah ribut apa kata saya !
> >Saya cuma sendirian disini. Dan teman di sebelah saya bahkan pemuja
> >Megawati. Tetapi kami berdua tengah malam sering ngopi sama-sama ....
> >Jadi nggak usah terlalu kebakaran jenggot seperti Gigih Nusantara, orang
> >yang begitu gigih memuja Megawati dan menghujat Amien Rais
> >habis-habisan.
> 
> Lho, kalau Anda memuja Amien  Rais dan menghujat Mega habis-habisan kok
> boleh-boleh saja?
> 
> Kalau suatu ketika kita minum kopi bersama, Anda bersedia nggak?
> 
> >
> >Edan !
> >
> 
> Lucunya, saya juga menganggap Anda edan.
> 
> ---
> P.S.
> Soal wartawan D&R, saya belum pernah baca tuh postingnya.
> 
> Daniel H.T.
> 
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!






Kirim email ke