Santai saja.....

Kemarin saya bertemu dengan kawan-kawan PAN. Mereka juga sedang high
temprament..., bingung saya. Kok pada pasang emosi tinggi semua ya? Santai
saja....

Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
____________________________________________
Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
Kunjungi http://come.to/forma-kub  E-mail: [EMAIL PROTECTED]


-----Original Message-----
From: Harian Glodok Standard <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 30 Juni 1999 20:18
Subject: Re: [Kuli Tinta] VISI POLITIK RESMI JAWA POS


Catat ya Bung :

Saya tidak antipati terhadap sesuatu !
Kalau persepsi itu yang anda tangkap, itu urusan anda
Saya cuma tidak suka denga Megawati yang jadi Presiden.
Dan itu tanggung jawab saya pribadi !

Dan anda benar, saya tidak menangani rubrik apapun di Jawa Pos.
Saya mengasuh hampir semua rubrik di Glodok Standard, koran bayi yang
baru berusia satu bulan !
Di sela-sela kerja yang meletihkan, saya ikutan milis ini.

Dan datanglah Bung Gigih Nusantara menghantam saya !
Terima kasih.
Masuklah Bung Daniel menghajar posting saya !
Terima kasih.
Dan kemudian masuklah Martin ikutan berkeberatan atas posting saya !
Terima kasih.
Juga tulisan anda mengkritik saya !
Terima kasih.

Tapi posting anda itu tidak akan mengubah sikap saya !
Saya tidak suka Megawati.
Dan maaf untuk Bung Martin, saya terlalu sibuk untuk punya dua email.
Apalagi yang beralamatkan di yahoo atau hotmail.
Memang ada etika milis yang melarang orang pakai alamat email perusahaan
untuk keperluan posting pribadi ?
Kalau memang ada, beritahukan saya !

Ringkas kata,
Nggak usah ribut apa kata saya !
Saya cuma sendirian disini. Dan teman di sebelah saya bahkan pemuja
Megawati. Tetapi kami berdua tengah malam sering ngopi sama-sama ....
Jadi nggak usah terlalu kebakaran jenggot seperti Gigih Nusantara, orang
yang begitu gigih memuja Megawati dan menghujat Amien Rais
habis-habisan.

Edan !



Jopie J Bambang wrote:
>
> Yang terbayang adalah bagaimana seorang wartawan bisa obyektif jika
terlalu
> antipati atas suatu hal, baik perseorangan ataupun partai dll, apalagi itu
> diungkapkan dengan bahasa yang menjabarkan ketidaksukannya.
> Bersikap kritis & obyektif bukanlah menilai sesuatu 'seenak udelnya'
> sendiri - apalagi jika anda seorang wartawan namun menjabarkannya
> berdasarkan fakta yang ada.
>
> Jalan tengahnya bisa saja anda jelaskan bahwa anda TIDAK terkait dengan
> rubrik-rubrik politik di group anda - mungkin anda yang menangani rubrik
> kontak jodoh dll.
>
> -----Original Message-----
>
> Yang dipertanyakan adalah apakah wajar pendapat ini mengatasnamakan sebuah
> media cetak. Apalagi dalam kapasitas grup. Yakni Grup Jawa Pos. Grup Jawa
> Pos adalah salah satu grup media cetak yang tergolong besar dan bukan
media
> partisan. Jadi, apakah pantas sebuah grup media cetak yang demikian
> menyuarakan suara-suara pastisan dan nyeleneh seperti ini? Lain halnya
> kalau mereka dengan pasti mengikrarkan sebagai grup media cetak partisan
> (yang dalam hal ini anti-PDIP). Jika prinsip ini yang dipegang grup Jawa
> Pos, maka saya akan berhenti berlangganan Jawa Pos dan Suara Indonesia.
> Bukan karena mereka anti PDIP, tetapi jelas saya tidak mau terus-menerus
> membaca media cetak partisan. Kemana pun media itu berpihak. Karena media
> partisan adalah media yang cenderung subyektif dalam memandang segala
> persoalan yang menyangkut pihak yang didukungnya.
>
> At 12:27 29/06/99 +0700,  "Andriecht" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >Salam,
> >Ini kan demokrasi, biarkan saja setiap orang menumpahkan isi kepalanya,
> jika
> >tidak setuju ya tidak apa-apa to,
> >Jika salah juga tidak apa-apa, jika tidak logis sekalipun ya tidak
> apa-apa,.
> >karena setiap orang bebas mengeluarkan pendapat yang menurut dia benar,
> >betul tidak?!
>
> >-----Original Message-----
> >From: GIGIH NUSANTARA <[EMAIL PROTECTED]>
> >To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
> >Cc: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
> ><[EMAIL PROTECTED]>
> >Date: 29 Juni 1999 10:09
> >Subject: [Kuli Tinta] VISI POLITIK RESMI JAWA POS
> >
> >
> >>Dengan membawa nama HARIAN GLODOK STANDARD', dengan isi di kolom
> >>organisasi adalah JAWA POS GRUP, posting-posting ini menunjukkan visi
> >>politik JAWA POS.
> >>Salahkah kesimpulan saya?
> >>Jika tidak, adalah kewajiban manajemen JAWA POS GRUP (dhi. Dahlan
> >>Sskan) untuk mendisiplinkan orang-orangnya.
> >>
> >>Mohon jawaban.
> >>
> >>GIGIH
>
> Daniel H.T.
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!






Kirim email ke