Saya jadi teringat dengan peristiwa-peristiwa yang telah lalu ...
kalau ada pejabat atau siapapun di serang atau kebobrokannya di ungkap seseorang ...
seringkali untuk mengalihkan perhatian, pribadi orang yang menyerang atau membuka
borok pejabat
tersebut ganti di serang bukannya berargument dengan hal yang rasional...
contoh paling mudah adalah Wrdah Hafidz yang baru lalu ...
apakah serangan terhadap Mas Iwan ini juga maksud demikian ...
eh ... siapa tahu yang merasa keserang tidak bisa membalas
kayak anak kecil aja ... kagak bisa balas ejek mengejek ... ya pukul aja biar diam ...
Qodri
-----Original Message-----
From: Harian Glodok Standard <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 30 June 1999 02:48
Subject: Re: [Kuli Tinta] Formula
>Saya tegaskan ya Bung Daniel, Bung Gigih dan para pembela Megawati
>yang (mungkin) ikut tusuk jari nyumbang darah ....
>
>Sekali lagi, apa yang saya tulis adalah komentar pribadi saya. Dan dari
>dulu anda berdua kan sudah tahu kalau saya memang pribadi yang ndak suka
>Megawati. Mosok anda berdua ndak perhatikan sih posting-posting saya
>terdahulu.
>
>Mungkin alamat email ini yang bikin anda bingung ya ? Hahahaha.
>
>Ya memang ini alamat email kantor saya yang baru. Dulu biasanya saya
>pakai alamat [EMAIL PROTECTED] Dan saya sudah unsubscribe dengan alamat
>itu. Khusus untuk domain indoglobal.com, saya subscribe dengan alamat
>standard ini.
>
>Sekali lagi Bung,
>Ini opini pribadi saya, nggak ada sangkut pautnya dengan lembaga saya.
>Kecuali kalau memang anda juga melontarkan opini di forum ini mewakili
>lembaga atau kelompok tertentu di belakang anda. Kenapa anda mesti
>curiga dengan itu ?
>
>Kalau kolega saya Mas Satrio Arismunandar juga bisa menulis dengan
>alamat drnet (dari Majalah DR), kenapa saya ndak boleh ?
>
>Jadi Bung Daniel dan Bung Gigih, teruskan tusuk jari anda sampai
>berdarah buat memperjuangkan Megawati. Saya sedari semula kan sudah
>menyerukan agar kita jadi oposisi saja !
>
>So, hidup Oposisi !
>
>Ck, ck, ck. Sampai ditembuskan ke [EMAIL PROTECTED] (Dahlan Iskan) dan
>[EMAIL PROTECTED] segala macam. Memangnya apa yang anda harapkan dengan
>itu ? Agar saya dipecat ? Hahahaha. Malam ini Pak Dahlan senyum-senyum
>tuh di belakang saya. Katanya : Teruskan perjuanganmu Nak ......
>hehehehe.
>
>Oh ya. Jawa Pos itu biru. PAN itu biru. Jadi wajar sekali kalau Jawa Pos
>punya simpatisan PAN paling banyak. Simpatisan Mega juga ada tapi kumpul
>di anak perusahaannya Jawa Pos : Rakyat Merdeka. PKB juga ada. PPP nggak
>sedikit. Kalau Golkar ? Ya, meski sedikit tetap ada juga.
>
>Udah ah, mau bobok !
>
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!