Formula
Berbagai hujatan, olokan, sinisan, obral-ketakutan, seolah-olah, dan
lain sebagainya, begitu banyak disebar di milis, kumpul-kumpul,
ceramah, kalau ditimbang, lebih banyak dan berat yang mengarah ke
PDI-Perjuangan (dhi. Megawati) di banding ke arah yang lain.
Jika kita coba pelajari bagaimana bentuk hujatan, olokan, sinisan,
obral-takut dan penyeolah-olahan tersebut, maka formulanya kurang lebih
sebagai berikut.
Carilah segala sesuatu yang pasti tidak mungkin dimiliki PDI-Perjuangan
dan Megawati, sesuatu yang spesifik dan sulit diubah dalam waktu dekat.
Apa saja itu?
MEGAWATI PEREMPUAN. Dalam tempo kapanpun Mega tak mungkin berubah,
diubah, ingin berubah, minta berubah, dipaksa diubah, menjadi
laki-laki. Mempersoalkan soal jenis kelamin seperti ini, sampai kapan
pun, pasti menang. Menjadi lebih menang, dan membuat takut lawan
berdiskusi, kalau dibumbui dengan ayat-ayat dan surat-surat.
MEGAWATI GENDUT (AM bilang overweight). Merubah dari gendut ke kurus,
bukan tak bisa dilakukan. Cuma perlu waktu banyak, dan pengurangan
bobot pun tak bisa terlalu banyak. Dalam 1-2 bulan ke depan Megawati
akan tetap overweight. Mungkin AM itu manajer tinju, atau malah
petinju, yang ingin ketemu di kelas yang sama dengan Megawati.
Mempersoalkan soal kegendutan kayak begini, ya, memang bakal menang
terus.
MEGAWATI BUKAN SARJANA. Jelas sulit mencari univ yang bisa
mempersiapkan kurikulum S1 yang bisa ditempuh dalam 1-2 bulan saja. Isu
ini jangan coba-coba dipakai 5 tahun depan. Ada kesempatan untuk kuliah
dan mengambil gelar. Untuk pemakaian sata ini, masih bisa. Dan pasti
menang debatan.
CALEG NON-MUSLIM. Ya, namanya juga partai non-Islam. Kalau
mempersyaratkan caleg mesti muslim jelas jauh dari platform. Bukan mau
menghina dan anggap remeh. Toh jumlahnya tak lebih dari 30 persen. Ini
sudah teramat cukup sebagai representasi bangsa. Bukankah caleg muslim
sudah diajukan oleh lebih dari 30 partai lain, dan itu artinya 30 kali
lebih banyak dibanding PDI-Perjuangan secara keseluruhan, atau lebih 90
kali banyaknya dibanding jumlah caleg non-muslim yang ada dalam daftar
PDI-Perjuangan. Siapa bisa merubah daftar caleg kalau sudah lewat
tahapan pemilunya? PDI-Perjuangan jelas tak bisa merubahnya (lagi).
MEGAWATI TIDAK NULIS BUKU (kata Tuti Allawiyah). Kalau itu ada di UU,
sangat boleh jadi Megawati akan menulis buku banyak-banyak sejak ia
mulai memimpin partainya. Kalau dalam waktu pendek ini dijadikan soal,
buku apa yang bisa ditulisnya, dan akan seperti apa kualitas buku yang
ditulis dalam waktu terburu-buru? Pasti tidak akan bisa. Sebuah target
yang enak dicecar, kan?
Selain formula 'cari unsur yang tak mungkin dimiliki PDI-Perjuangan dan
Megawati' seperti di atas, maka ada beberapa formula lain yang salah
pilih, dan cenderung masuk ke wilayah yang bisa diperdebatkan. Kalau
yang model begini ini dilakukan dengan cara lempar dulu, dan kalau
kira-kira tak bisa dipertahankan, maka diam-diam ngacir. Yang seperti
ini seperti 'MEGAWATI NON-MUSLIM' yang membuat tak kurang dari Cak Nur
gerah, 'wong Megawati itu muslim, kok'.
Juga ada cara lain, yaitu dengan membuat sesuatu yang tak ada dalam
pakem, lalu membuatnya menjadi sebuah acara wajib, yang seolah-olah
menjadi prasyarat yang mengenyampingkan sebuah UU. Misalnya 'debat
caprez'. Jika ini dituruti, dan dikembangkan, maka akan ribuan hal bisa
diadakan.
Yang konyol lain adalah mencoba mengambil porsi milik Allah, dengan
mempertanyakan keimanan Megawati. Masya Allah.
GIGIH
_________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!