-----Original Message-----
From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wednesday, August 04, 1999 2:38 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Pendapat Rakyat Ingusan


>Menurut etika demokrasi, pemenang Pemilu (sekalipun nggak mayoritas) diberi
>kesempatan pertama untuk membentuk Pemerintahan. Lalu diberi tengat waktu
>tertentu. Kalau berhasil, Pemerintahannya disahkan, kalau gagal, kesempatan
>diberikan kepada pemenang kedua dst.
>Begitu cara masyarakat demokrasi menghargai suara rakyat.



Salam,

Saya kurang setuju dengan pendapat Bung Yap karena demokrasi juga mengenal
adanya koalisi,
Walaupun sebuah partai menang dalam pemilu jika suaranya kalah dengan
partai-partai yang berkoalisi maka partai koalisi itulah yang berhak (bukan
diberi kesempatan, tapi dia memang berhak) untuk membentuk pemerintahan,.

Terus terang saya agak alergi dengan kata beri kesempatan, bukankah
kesempatan dan peluang itu harus kita perjuangkan dan bukan diberikan begitu
saja,

Oleh karena itu partai pemenang pemilu harus tetap berjuang hingga
pemerintahan terbentuk dengan berkoalisi bersama partai lainnya. Perlu
di-ingat selisih dengan partai pemenang nomor dua tidaklah terlampau jauh,

Bukankah suara rakyat di partai pemenang kedua, ketiga dan keempat dst juga
berharga sama dengan pemenang pertama, hanya kalau mereka sendiri-sendiri
kalah banyak saja kan, oleh karena itu PDI-P janganlah bersikap terlalu
berlebihan, yah begitu saja,.deh






______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke