Saya pikir tidak ada perbedaan antara kita mengenai masalah leader. Bagi
saya sederhana, leader creates leaders,

Bahkan menurut tesis para ahli Contengency itu, teori manajemen memang tidak
berlaku umum; harus disesuaikan dengan situasi dan kondisinya. Padahal teori
merupakan sebuah kebenaran umum bukan? Mengapa?  Sejauh yang saya mengetahui
dari teman-teman yang tidak fanatik dengan manajemen, teori-teori dalam
manajemen berasal dari berbagai disiplin ilmu seperti economic theory,
political science, psychology, sociology, Antropology, social pschology.
Itulah sebabnya, dalam evolusi teori manajemen, teori klasik adalah hulu
yang bercabang ke scientific management (Taylor) dan ke clasical
organization theory (Fayol). kemudian scientific management bercabang ke
management science dan   clasical organization theory bercabang ke
behavioral sciences. Nah aliran Contingency dan System kemudian menjadi
muara kedua cabang itu. Jadi, berbicara manajemen adalah mudah namun untuk
menerapkan tampaknya dibutuhkan jam terbang karena management is an art,
science, and knowledge yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu.

Ada sebuah perusahaan internasional mengakusisi 87% saham perusahaan lokal.
Cross Cultural Management adalah masalah utama yang dihadapi olah perusahaan
itu saat ini.

Mengenai lulusan? He... he..., Sempati itu dikelola oleh MBA lulusan
Harvard. Silahkan membuat kesimpulan sendiri. Apakah  William harus masuk ke
perguruan tinggi ternama lebih dahulu agar bisa memulai Astra? Kontan
memiliki kolom yang bagus mengenai kesuksesan tokoh-tokoh. saya belajar
banyak dari sana.

��
(pengin jadi leader untuk diri sendiri dulu ah...)


----- Original Message -----
From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 20 August 1999 08:29
Subject: Re: [Kuli Tinta] PENGENDALIAN



Tangapan untuk Bung Yap dan Bung Dave,

Ngak ada yang memancing Boss, kita kan lagi asal ngablak. Apa dipikir kita
serius.....?

??
(Diskusi dengan orang pandai biar ikutan jadi pandai ah....)

=============================
Kepancing ??? ikan kali hingga diriku bisa dipancing... he 100x

Bung Aswat, kalau menurut pemikiran saya, pemikiran bung Yap juga ada
benarnya, tidak semua teori-teori management itu benar kan ? sebab jangan
pula kita lupa bung Aswat, bahwa Proses Management juga ikut ditentukan
oleh faktor lingkungan perusahaan / organisasi tersebut, bisa saja semua
ilmu-ilmu dan teori-teori management yang seabrek-abrek banyaknya itu (saya
sendiri udah banyak lupa !! ) enggak bisa diterapkan semua di organisasi
tersebut, karena itu tadi.. sisi Humanity masih sangat berperan...
Trus bagaimana dengan pemimpin-pemimpin / manager negara ini ?
saya rasa dari segi ilmu kepemimpinan ataupun sifat-sifat kepemimpinan
mereka sudah benar semua mulai dari era Soekarno sampai dengan era
Soeharto, semuanya bagus dari segi manajemen, saya rasa kita-kita disini
juga setuju kalau saya sebut Soeharto itu sebagai seorang Sun Tzu
Indonesia.. iya kan ?
hanya saja mereka semua itu lupa, bahwa negara adalah suatu organisasi yang
teramat besar untuk digerakkan hanya oleh segelintir orang, apalagi kalau
mereka masih mempunyai sifat kepemimpinan yang tertutup, otoriter, dan
lain-lainnya sifat negatif dari management.
jadinya ? ya seperti sekarang ini.. gara-gara salah urus, dihajar badai
krisis ekonomi, semua yang dikatakan oleh pihak managerial bahwa kita sudah
berhasil membangun sektor hilir sampai ke hulu adalah BULL SHIT !!!! semua
habis dalam waktu kurang dari 3 bulan..
Kesimpulan saya : apakah calon presiden entar harus kuliah lagi di UGM atau
UNPAD, atau UI dulu untuk ngambil fakultas Management dulu ????

regards

= dave =
( pengen jadi "leader" yang baik, tapi belum nyampe.... banyak
kasus..hehehe)
















______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan lakukan sendiri dengan mengirim e-mail 
kosong ke;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!








Kirim email ke