Ah semoga Anda nggak ngeledek bung Dave.

Tapi kalau mau dielaborasi lebih lanjut, saya memang merasa bahagia berada 
dilingkungan ini. Sungguh.

Organisasi saya secara kuat memegang hanya tiga prinsip dalam menjalankan 
usahanya : democracy, transparency dan profit sharing.
Yang lain-lain, sejauh nggak bertentangan dengan itu: bebas saja...
Setiap orang boleh menentukan apa yang diproduksi, kemana dijual, harga 
berapa, pilih kantor dimana, kantornya dicat warna apa, disainnya bagaimana, 
pakai seragam apa, kerja jam berapa sampai berapa, siapa yang dipilih 
menjadi pimpinannya, berapa masa jabatannya, bagaimana performance 
assesment-nya, siapa mau dapat gaji berapa dan seterusnya. Kebebasan 
absolut? Tidak. Batasnya ya 3 faktor itu tadi: democracy, transparency dan 
profit sharing. Dan sungguh akhirnya setiap orang mendapatkan imbalan sesuai 
dengan prestasinya.

Fakta menunjukkan bahwa ketiga faktor pembatas itu mampu mendorong 
antusiasme untuk level produktivitas yang mampu dicapainya.

Ada kebanggaan berprestasi, ada budaya malu yang otomatis timbul, dan ada 
keyakinan diri.

Secara sadar kami juga menganut long life employment, sehingga ketika krisis 
menghantam divisi konstruksi, mereka (atas dasar demokrasi) memilih untuk 
mundur kebidang usaha agraris. Sampai sekarang. Bukan PHK solusinya.

Yap

>From: [EMAIL PROTECTED]
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [Kuli Tinta] PENGENDALIAN
>Date: Fri, 20 Aug 1999 08:15:25 +0700
>
>
>Ada kok caranya mengkapitalisir SDM untuk bersinergi meningkatkan
>produktivitas. Nggak perlu belajar jauh-jauh. Saya mendapatnya dari KH
>Zainuddin MZ ketika berkisah tentang Khalifah Umar bin Chattab.
>'Wacholichin naas sabichuluchin hazaniin' (dan pergaulilah manusia dengan
>achlak yang baik). Itulah konsep dasar saya menghadapi dan sekaligus
>mengkapitalisir potensi teman-teman saya, yang oleh istilah formal disebut
>labor, pekerja, atau SDM. Kenapa? Karena mereka manusia.....
>
>Yap
>(simplify the complicated things by discren what is inside)
>
>========================================
>Berbahagialah orang yang menjadi bawahan anda bung Yap....
>sayang saya tidak berada di perusahaan anda, mungkin kalau kita satu
>perusahaan kita bisa menjalin hubungan antara bawahan dan atasan yang baik,
>jika benar cara itu yang anda terapkan di manajement anda...
>sangat sedikit orang-orang pintar yang mengerti ilmu management yang baik
>menerapkan konsep-konsep seperti yang anda tulis, " Pekerja adalah manusia
>yang seharusnya dihargai pula harkatnya sebagai manusia " banyak diantara
>MM maupun SE ataupun dirut and  komisaris yang beranggapan bahwa semua
>pekerja mereka adalah "budak-budak" perusahaan yang bisa diperas habis
>tenaganya hanya untuk mencapai keinginan mereka... UNTUNG !!
>Sudah banyak contoh kasusnya, di sekitar kita saja masih banyak temen-temen
>yang menjadi korban PHK, tapi hak-hak mereka disunat terlebih dahulu..
>Senang saya dapat menjadi anggota millis ini dan membaca tulisan-tulisan
>anda bung Yap.. benar-benar menambah nuansa baru dalam alam pikiran
>saya....
>Keep writing nice and beuty my friend... i really enjoy it !!!
>
>regards..
>
>= dave =
>( yang ingin menjadi lebih pintar lagi dari sekarang... )
>
>
>
>______________________________________________________________________
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan lakukan sendiri dengan 
>mengirim e-mail kosong ke;
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan lakukan sendiri dengan mengirim e-mail 
kosong ke;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!








Kirim email ke