Ini yang diomongin apaan sih ?
Bukan yang dari Poros Tengah kan...??

Kalau saya pikir, janganlah Agama dibawa-bawa
kedalam urusan beginian. Engga ada yang lebih
agamais dari diri kita sendiri. Percaya deh.
 

Salam,
bRidWaN

At 03:10 PM 9/21/99 +0700, Bahrudin Ghalib wrote:
>Sepertinya benar pak Dimpu, ini terbukti bila ummat Islam 
>menginginkan sesuatu undang-undang yang sedikit islami, 
>praksi PDI di DPR selalu berusaha menolaknya

>>----------
>>From: Ahmad Dimpu[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>>Sent: Tuesday, September 21, 1999 10:07 AM
>> 
>> Kalau lagak suatu partai pemenang pemilu kayak begini,
>> yah bagi umat Islam makin memperjelas siapa lawan
>> siapa kawan.
>> 
>> Benar nggak sih?
>> 
>> --- Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> > Mereka Takut Islam menang:
>> > ( Wawancara dengan Arbi Sanit , Pengamat Politik UI
>> > )
>> > 
>> > Bagaimana anda melihat kemenangan jago TNI di DPRD
>> > DKI ?
>> > - Ya, mereka ( PDIP-red) kalah. Ini terjadi karena
>> > PDI-P tak mau menggalang
>> > partai lain.
>> > 
>> > Lebih disebabkan karena PDI-P tak melobi partai lain
>> > ?
>> > - Benar. PDI-P tak melakukan kerjasama sehingga
>> > kalah lari. Walau menguasai
>> > kursi terbanyak, tidak lalu berdiam diri. Ini
>> > politik.
>> > 
>> > Mengapa PDI-P bersikap seperti itu ?
>> > - Karena mereka sombong. Ingin seenaknya.
>> > 
>> > Tapi kemudian melimpahkan suaranya ke TNI ?
>> > -Ini kemunduran, melawan arus reformasi. Saya
>> > melihat terjadi persekongkolan
>> > antara PDI-P dengan TNI-Polri.
>> > 
>> > Latar belakangnya ?
>> > - Mereka takut Islam menang.
>> > 
>> > Anda melihat Poros Tengah punya kans untuk menang ?
>> > - Jelas dong. Mereka punya 32 suara, lebih besar
>> > dari PDI-P.
>> > 
>> > Mengapa PDI-P lebih memilih TNI_Polri daripada
>> > kelompok partai Islam ?
>> > - Bagi PDI-P , lebih baik kembali ke status quo
>> > daripada Islam yang menang.
>> > PDI-P memang lebih mengutamakan kekuasaan daripada
>> > memajukan bangsa ini.
>> > 
>> > Bukankah PDI-P selama ini bersuara sebagai gerbong
>> > perlawanan terhadap
>> > status-quo ?
>> > - Itu bohong saja. Itu untuk mengibuli rakyat agar
>> > memilih PDI-P.
>> > 
>> > Drama di DPRD DKI Jakarta miniatur SU MPR mendatang
>> > ?
>> > - Bisa jadi. Sangat boleh jadi PDI-P menghasilkan
>> > Presiden Militer. Dan
>> > mereka sama sekali tidak merasa bersalah atas
>> > kejadian itu. Malah merasa
>> > sebagai penyelamat.
>> > 
>> > Dengan begitu Indonesia Set back ?
>> > - Memang orang PDI-P masih primitif. Lagaknya saja
>> > mereka memperjuangkan
>> > demokrasi dan reformasi. Namanya saja partai
>> > demokrasi, tapi kenyataannya
>> > partai dikatator.
>> > 
>> > mad ridwan.
 

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke