--- Andriecht <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Salam,
> 
> Pendapat ente kurang tepat,.
> 
> PDI-P itu memiliki sasaran jangka panjang,
> Mereka sengaja mendukung TNI menjadi ketua DPRD
> Jakaruta,
> Saya pikir maksudnya adalah agar TNI dapat diajak
> koalisi dalam pemilihan
> presiden


mengapa ketua DPRD DKI diserahkan ke TNI-POLRI, sudah
dijelaskan oleh Megawati, dan sudah diutarakan melalui
Roy B. Janis, Ketua DPD PDI Perjuangan DKI. Semua
rakyat PDI Perjuangan sudah faham, tak jadi soal.

> 
> Yah, semacam tujuan menghalalkan segala cara, lah
> Atau istilah halusnya untuk memperoleh tujuan yang
> jauh lebih besar, hal
> yang "kecil"-pun dikorbankan,.

Menghalalkan segala cara hanya pas untuk juga
menghalalkan yang kotor dan haram, serta dilakukan
tanpa etika yang dimaklumi. Memilih kawan seiring yang
TNI-Polri jauh lebih bisa dipertanggungjawabkan
dibanding harus dengan pihak-pihak yang sampai saat
ini masih juga belum jelas platformnya. Bahkan sudah
membuat komunika Ciganjur dan Paso pun, tetap membuat
ulah yang lain. 

Juga pengalaman dengan KPU, yang begitu nyebelin dan
membuat gatal, ketika gurem-gurem yang tak jelas
niatnya kerjanya cuma mengganggu saja. Sudah kecil,
nyebelin lagi. ya 'buang' saja.

> 
> Jadi, suara rakyat DKI yang telah memilih PDI-P
> harus berlapang dada karena
> taktik tsb bukan bermaksud untuk melecehkan
> suara/kepercayaan yang telah
> diberikan pada PDI-P,

Rakyat PDI Perjuangan sudah berlapang dada. Kalau
tidak pasti sampai hari ini masih ramai. Nyatanya
tidak, kan?

> 
> Yah hanya strategi politik saja,
> Tapi sedih juga ya, karena sekali lagi, rakyat
> menjadi kuda tunggangan
> saja,.
> 

Selamat sedih. Anda pasti bukan rakyat PDI Perjuangan
yang tak merasa aneh dengan strategi yang sudah
diambil oleh pimpinan-pimpinannya. Cuma, ngapain Anda
sedih ? Gara-gara strategi PDI Perjuangan itu lalu
'yang kecil terbuang' ?

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke