Kalau menurut saya Poros Tengah tidak(atau belum?)
terpecah seperti itu, malah mereka sebenarnya
cukup kompak. Memang ada seorang Tokohnya yang
sering berbicara seolah atas nama Poros Tengah,
tetapi mungkin itu sekedar 'show' saja.

Menurut hemat saya, Poros Tengah agak jelas
kemana arahnya, hanya saja belum diperjelas...:)


Salam,
bRidWaN

At 08:10 AM 9/22/99 +0700, Cosmas Damianus Tufan wrote:
>
>katanya Poros Tengah-pun "terbagi" atau pro-Habibie
>sama yang pro- Gus Dur.  Bener nggak sih ?
>
>Gus Dur sendiri bersama Akbar Tanjung kalau enggak salah,
>kemarin, menemui Mega di kediamannya di Kebagusan
>untuk membicarakan kelanjutna pertemuan para pemimpin 
>partai di Ciganjur yg juga dihadiri tokoh2 Poros Tengah.
>Kok bisa ya ?  Bener nggak sih ?
>
>Secara RESMI para pemimpin partai di Poros Tengah BELUM
>mencalonkan Gus Dur sebagai calon Presiden resmi dari 
>Poros Tengah.  Kok bisa ?  Tunggu apalagi ? Kalau mau 
>memperjuangkan aspirasi Islam melalui Poros Tengah dengan
>calon presiden Gus Dur, mbok ya secara resmi saja.  Itu, 
>loh kayak PKB mendukung Mega.  Resmi dan jelas!!!
>Jangan bersiasat terhadap kawan sendiri, dong.  Bisa-bisa
>menggunting dalam lipatan.  Kan katanya mewakili umat 
>Islam, ya kudu bersatu dan dengan niat yang tulus dan 
>jujur. >Bener nggak sih ?
>
>---------------------- 


>Mungkin maksudnya yang Poros Tengah 
>melawan yang tidak pro-Poros Tengah.
>(Eh....salah engga sih saya ?)
>
>
>Salam,
>bRidWaN


>At 01:47 AM 9/21/99 -0700, che wrote:
>>Yang disebut umat Islam itu yang mana sih ? Terus
>>lawan umat Islam itu siapa? Kok nulisnya enggak
>>jelas. Barangkali umat Islam itu para politikus Islam
>>ya, yang ngakunya membela agama, enggak taunya malah
>>merendahkan nilai-nilai agama itu sendiri. 


>>---Ahmad Dimpu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>>
>>> Kalau lagak suatu partai pemenang pemilu kayak
>>> begini,
>>> yah bagi umat Islam makin memperjelas siapa lawan
>>> siapa kawan.
>>> 
>>> Benar nggak sih?
 
>>>--- Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>> > Mereka Takut Islam menang:
>>> > (Wawancara dengan Arbi Sanit, Pengamat Politik UI)
>>> > 
>>> > Bagaimana anda melihat kemenangan jago TNI di DPRD
>>> > DKI ?
>>> > - Ya, mereka ( PDIP-red) kalah. Ini terjadi karena
>>> > PDI-P tak mau menggalang
>>> > partai lain.
>>> > 
>>> > Lebih disebabkan karena PDI-P tak melobi partai
>>  > lain ?
>>> > - Benar. PDI-P tak melakukan kerjasama sehingga
>>> > kalah lari. Walau menguasai
>>> > kursi terbanyak, tidak lalu berdiam diri. Ini
>>> > politik.
>>> > 
>>> > Mengapa PDI-P bersikap seperti itu ?
>>> > - Karena mereka sombong. Ingin seenaknya.
>>> > 
>>> > Tapi kemudian melimpahkan suaranya ke TNI ?
>>> > -Ini kemunduran, melawan arus reformasi. Saya
>>> > melihat terjadi persekongkolan
>>> > antara PDI-P dengan TNI-Polri.
>>> > 
>>> > Latar belakangnya ?
>>> > - Mereka takut Islam menang.
>>> > 
>>> > Anda melihat Poros Tengah punya kans untuk menang ?
>>> > - Jelas dong. Mereka punya 32 suara, lebih besar
>>> > dari PDI-P.
>>> > 
>>> > Mengapa PDI-P lebih memilih TNI_Polri daripada
>>> > kelompok partai Islam ?
>>> > - Bagi PDI-P , lebih baik kembali ke status quo
>>> > daripada Islam yang menang.
>>> > PDI-P memang lebih mengutamakan kekuasaan daripada
>>> > memajukan bangsa ini.
>>> > 
>>> > Bukankah PDI-P selama ini bersuara sebagai gerbong
>>> > perlawanan terhadap
>>> > status-quo ?
>>> > - Itu bohong saja. Itu untuk mengibuli rakyat agar
>>> > memilih PDI-P.
>>> > 
>>> > Drama di DPRD DKI Jakarta miniatur SU MPR mendatang
>>> > ?
>>> > - Bisa jadi. Sangat boleh jadi PDI-P menghasilkan
>>> > Presiden Militer. Dan
>>> > mereka sama sekali tidak merasa bersalah atas
>>> > kejadian itu. Malah merasa
>>> > sebagai penyelamat.
>>> > 
>>> > Dengan begitu Indonesia Set back ?
>>> > - Memang orang PDI-P masih primitif. Lagaknya saja
>>> > mereka memperjuangkan
>>> > demokrasi dan reformasi. Namanya saja partai
>>> > demokrasi, tapi kenyataannya
>>> > partai dikatator.
>>> > 
>>> > mad ridwan.
 

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke