Tahukah rekan netters, bahwa Baramuli ketika menjadi Gubernur di Sulsel,
terlibat penyelundupan kopra ????
jsujanto
----- Original Message -----
From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 25 September 1999 16:06 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Bermain dengan type-X


> Bung Aswat, terima kasih responsnya. Sebelum kita lanjut, saya ingin
> menyampaikan rasa duka cita yang mendalam pada korban kebakaran bioskop
> Regent. Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah menerima cobaan hidup yang
> semakin menghimpit ini.
>
> Balik ke diskusi....
>
> Yang pertama, tentang setiap orang berbeda, saya setuju. Setiap individu
> adalah berbeda satu sama lain. Every person is unique. Sangat menarik
> membuat kesatuan dalam perbedaan. Itulah mengapa lingkungan saya meyakini
> perlunya demokrasi. Akan ketemu faktor kesamaannya atas nama interest.
> Keterwakilan.
>
> Yang kedua, Baramuli, dia juga harus diperlakukan responsible adult. Dalam
> tim saya beberapa kali ditemui orang yang lebih ngeyel dari Baramuli. Suka
> membalik balikkan omongan dengan sangat tidak logis. Mau menangnya
sendiri.
> Lagi-lagi demokrasi, transparansi dan profit sharing yang diterapkan
dengan
> konsisten berdasarkan equality dan fairness yang sudah inclusive dalam
> prinsip itu, banyak diantara mereka lalu berubah kearah positip.
>
> Dikalangan komplotan skandal BB, Baramuli tentu anggota tim yang sangat
> bermanfaat. Bahkan dengan militansi yang begitu tinggi, Tempo bilang dia
> hanya kebagian Rp. 5 milyard, kurang dari 1% dari hasil rampokan. Luar
biasa
> bertanggung jawab kan bagi tim itu?
>
> Kebetulan kita berada dipihak yang berlawanan dengan mereka, sehingga
dalam
> kaitannya sebagai responsible adult, kita berharap dia dapat dikondisikan
> untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
>
> Eh, ngomong ngomong tentang Baramuli, sebetulnya selama ini dia kan belum
> pernah ketemu orang yang mampu mengajukan strategic questioning. Sehingga
> dia nampak selalu diatas angin. Apa akan begitu juga situasinya kalau dia
> diletakkan dalam equal level?
>
> Sepotong kecil yang saya ingat :
> Fakta 1 : Ketika pers mengetahui dia yang menyuruh Novanto mengembalikan
> uang ke BI, dia bilang, 'keterlibatan' dia dalam skandal BB ya hanya
sebatas
> memberi nasihat kepada Novanto itu. Tidak lebih.
> Fakta 2 : Ketika ketahuan dia mengantar surat bantahan kepada Hbb,
alasannya
> lain lagi, bagian tugas dari Ketua DPA. Juga ketika ketahuan dia berusaha
> menggusur Glenn Yusuf.
> Anehnya pada waktu fakta 2 ini terungkap, nggak ada yang bertanya tentang
> fakta 1, yang katanya tidak lebih dari memberi nasihat kepada Novanto.
> Seandainya itu ditanyakan, yang menunjukkan kebohongannya, apa ya yang
kira
> kira dia jawab?
>
> Control by peer itu sangat tajam, apalagi control by subordinate. Betapa
> panasnya sebuah kursi yang bernama jabatan.
>
> Selamat akhir pekan mas. Senang mendapat pencerahan.
>
> Yap
>
>
> >From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
> >Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
> >To: <[EMAIL PROTECTED]>
> >Subject: Re: [Kuli Tinta] Bermain dengan type-X
> >Date: Fri, 24 Sep 1999 10:36:40 +0700
> >
> >Ada dua point untuk sementara yang ingin saya sampaikan,
> >
> >Pertama, apakah Bung Yap setuju bahwa ada dasarnya manusia
> >terlahir berbeda? Dengan kata lain ada individual diffrences?
> >Adakah hubungannya dengan DNA?
> >
> >Ke dua, Baramuli juga termasuk dalam responsible adult bukan?
> >
> >salam
> >
> >
>
> ______________________________________________________
> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>
> ______________________________________________________________________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke