Ini pengayaan (enrichment) yang luar biasa. Terima kasih.
Tentang kohesivitas, saya menggunakan jurus : witing tresno jalaran soko
kulino (kata kuncinya: intensive communication).
Sedangkan untuk mendorong everybody tune in, saya menggunakan : wa cholichin
naas sabichuluchin hazaniin. (kata kuncinya : active listening).
Ada potensi biasnya nggak ya?
Tentang heritage, sejauh mana eksternal factor berpengaruh disini?
Lingkungan pergaulan, pendidikan, dan influencing factor lainnya?
(Semoga nggak kembali ke : Is leader born?)
Kayaknya saya terlalu mengabaikan keabadian faktor heritage ini. Can it be
fixed?
Yap
>From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Sat, 25 Sep 1999 20:15:26 +0700
>
>Thanks Bung,
>
>Beberapa mhs Norwegia juga meninggal.
>
>
>----- Original Message -----
>From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
>Yang pertama, tentang setiap orang berbeda, saya setuju. Setiap
>individu
>adalah berbeda satu sama lain. Every person is unique. Sangat
>menarik
>membuat kesatuan dalam perbedaan. Itulah mengapa lingkungan saya
>meyakini
>perlunya demokrasi. Akan ketemu faktor kesamaannya atas nama
>interest.
>Keterwakilan.
>
>��: Good!
> Polarisasi kelompok terjadi karena
> individual dierences itu, dan kesamaan
> dalam bidang tertentu adalah alasan
> mengapa individu bergabung kedalam
> kelompok.
> Tim yang solid terbentuk terjadi pada tahap
> Performing setelah melewati tahap-tahap
> Forming, Storming, dan Norming yang penuh
> dengan dinamika dan kemungkinan gagal
> dan berhasil besar. Kemampuan tune in
> masing-masing individu untuk menjadi
> kohesif sangat terantung komposisi masing
> -masing anggota kelompok. Bila individu
> merasa tidak fit untuk berinteraksi didalam
> sebuah kelompok maka defense mechanism-
> nya akan menghalangi dia untuk tune in
> atau melanjutkan proses.
> Selama ini, penelitian menunjukkan bahwa
> heterogenitas akan mempengaruhi
> kohesifitas, dan kohesifitas medium
> menghasilkan produktifitas kelompok
> lebih tinggi dibanding kelompok yang lebih
> kohesif atau kelompok yang kurang kohesif.
>
>
>Yap:
>Yang kedua, Baramuli, dia juga harus diperlakukan responsible
>adult. Dalam
>tim saya beberapa kali ditemui orang yang lebih ngeyel dari
>Baramuli. Suka
>membalik balikkan omongan dengan sangat tidak logis. Mau
>menangnya sendiri.
>Lagi-lagi demokrasi, transparansi dan profit sharing yang
>diterapkan dengan
>konsisten berdasarkan equality dan fairness yang sudah inclusive
>dalam
>prinsip itu, banyak diantara mereka lalu berubah kearah positip.
>
>��: Pesonality adalah bawaan atau sangat besar
> dipengaruhi oleh heritage. Saya menamakan
> bawaan DNA atau bibit. Sedang, perilaku dan
> sistem nilai pada dasarnya bisa dipengaruhi
> atau diubah. Saya khawatir hal itu
> tercampuradukkan. Menurut saya, Baramuli
> adalah gawan bayi dan susah diwiradat.
>
>
>del
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!