Nggak juga. Coba baca lebih teliti. Rasanya saya bahkan mendukung Poros
Tengah dan mengakui peran sentralnya, dengan dukungan yang tetap kritis,
tidak fanatis.
Bukankah yang menyatakan gabungan PT akan memperoleh kursi lebih banyak dari
PDIP itu adalah PT sendiri. PT=185 sementara PDIP 153. Seolah olah
matematika akan menyelesaikan segalanya. Nah, setelah dibuka kemungkinan
matematika lain, nggak perlu terkejut.
Lagipula, sampai hari ini belum satupun Parpol dalam PT yang menyatakan Gus
Dur sebagai Capres. Yang ada baru individu. Ini politik apa namanya? Wait
and see? Atau nggak yakin. Ini bisa mengundang interpretasi yang beragam.
Kalau dibilang PDIP melakukan pelacuran politik, yang mulai siapa sih?
Tindakan AR yang menanda tangani Komunike Paso lalu besoknya bergabung
dengan Kelompok 8 itu namanya apa? Apa cuma dia yang boleh begitu? Etikanya
kalau seseorang merasa terikat dalam satu kelompok, dan mau mengikat diri
dengan kelompok lain, ya bilang bilang dong. Apa nggak tahu artinya
komitmen?
Saya sendiri nggak paham kok garis politik PDIP, apakah mereka mau status
quo, apa mau reformis. Tetapi dari sedikit data yang bisa diakses, warna
mereka jelas dan sederhana, sehingga mudah orang memahaminya. Bahwa itu
tidak menyenangkan semua pihak, itu juga fakta. Kesan saya, mereka sadar
sebagai pemain aktif harus punya pendirian yang jelas dan tidak harus
terbawa arus penonton. Mereka nampaknya juga siap kalah, kalau partai lain
nggak mau memberikan suaranya. Buktinya mereka nggak agresip
menawar-nawarkan diri. Justru sikap nggak agresifnya ini yang membuat banyak
orang penasaran, salah tingkah dan mencurigai macam macam. Sedikit saja
orang setuju atau apalagi memuji langkah dia, langsung dicap pendukung Mega.
Anti Islam. Saya pikir dari mulut orang yang terlalu mudah bilang anti Islam
inilah sebetulnya kerusakan Islam berawal. Dimata saya Islam itu sejuk,
teduh dan aman bagi siapapun baik yang beragama Islam maupun yang bukan.
Rachmatan lil alamin. Perilaku orang paranoid saja yang membuat Islam
menakutkan dan mengerikan. Khalifah Umar bin Chatab-pun tercatat pernah
membangun synagoge di Yerusalem dari dana baitul maal. Apakah dia anti
Islam?
Kekhawatiran akan timbul kekerasan kalau Mega nggak kepilih jadi Presiden
itu masih angan angan. Kebetulan saya termasuk yang tidak percaya kalau
mereka akan tega bikin kekerasan kalau Capresnya kalah.
Apakah Anda melihat hal yang mengkhawatirkan? Mana sih tindakan PDIP yang
anti reformasi? Atau sekedar asumsi dan kecurigaan?
Yap
>From: anti_sq <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Mon, 27 Sep 1999 13:37:30 +0700
>
>Maaf Bung Yap, saya rasa anda sudah mulai tidak proporsional.
>PDIP yang jelas-jelas telah melakukan "pelacuran politik" kenapa pula
>Poros Tengah yang anda salahkan.
>Kenapa anda tidak mencoba melihat dari sisi sebaliknya. Poros Tengah
>tidak mengajak PDIP justru seharusnya dipandang sebagai teguran kepada
>PDIP karena mereka menganggap PDIP sudah tidak reformis lagi, dan ini
>semakin terbukti dengan perbuatan melacurnya itu.
>Masihkah kita menutup mata terhadap tindakan-tindakan PDIP yang anti
>reformasi ?
>
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!