Drama di DPRD DKI nampaknya bukan suatu kebetulan. Yang jelas anggota TNI
yang terpilih jadi Ketua DRPD DKI Jakarta itu seorang Mayor Jenderal. Jadi
sangat mungkin bahwa sebelumnya sudah ada bisik bisik yang menjamin bahwa
dia bakal terpilih jadi Ketua. Kalau tidak, nggak mungkin TNI 'menurunkan'
seorang Mayor Jenderal untuk posisi anggota DPRD.
Lebih dari itu saya melihat mungkin ini suatu isyarat yang lebih dari jelas
dari PDIP menyikapi situasi politik belakangan ini. Dengan matematika Poros
Tengah yang menguasai lebih banyak kursi dibanding PDIP, maka Poros Tengah
diajak berpikir sebuah alternatif seandainya PDIP menggandeng TNI dan Golkar
sekaligus.
Dengan demikian, mungkin saja ini ajakan terselubung dari PDIP kepada Poros
Tengah, untuk memilih, apakah akan menyelamatkan reformasi dengan
melanjutkan komunike Ciganjur/Paso yang diperluas, atau membiarkan pentas
reformasi berakhir disini saja, dengan bergabungnya PDIP, Golkar dan TNI,
yang secara konstitusi boleh boleh saja. Apalagi katanya dalam politik,
segala sesuatu serba mungkin terjadi, begitu yang pernah saya baca dimilis
ini.
Saya kira belum terlambat bagi Poros Tengah untuk menyelamatkan reformasi
dengan menggandeng PDIP dan PKB, karena sejauh ini belum satu Partaipun
dalam Poros Tengah yang secara resmi menetapkan Gus Dur sebagai Capres
Partai. Yang ada baru keinginan mas Amien Rais.
Dalam persekutuan Poros Tengah + PDIP+PKB, belum tentu juga PDIP tetap
ngotot meminta Mega sebagai Capres. Setidaknya karena Mega juga sangat
menghormati Gus Dur.
Mana yang akan terjadi, entahlah.
Yap
>From: "Abdullah Hasan" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: "Millis Kuli-Tinta" <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: [Kuli Tinta] MEREKA TAKUT ISLAM MENANG
>Date: Mon, 20 Sep 1999 00:36:41 +0700
>
>Mereka Takut Islam menang:
>( Wawancara dengan Arbi Sanit , Pengamat Politik UI )
>
>Bagaimana anda melihat kemenangan jago TNI di DPRD DKI ?
>- Ya, mereka ( PDIP-red) kalah. Ini terjadi karena PDI-P tak mau menggalang
>partai lain.
>
>Lebih disebabkan karena PDI-P tak melobi partai lain ?
>- Benar. PDI-P tak melakukan kerjasama sehingga kalah lari. Walau menguasai
>kursi terbanyak, tidak lalu berdiam diri. Ini politik.
>
>Mengapa PDI-P bersikap seperti itu ?
>- Karena mereka sombong. Ingin seenaknya.
>
>Tapi kemudian melimpahkan suaranya ke TNI ?
>-Ini kemunduran, melawan arus reformasi. Saya melihat terjadi
>persekongkolan
>antara PDI-P dengan TNI-Polri.
>
>Latar belakangnya ?
>- Mereka takut Islam menang.
>
>Anda melihat Poros Tengah punya kans untuk menang ?
>- Jelas dong. Mereka punya 32 suara, lebih besar dari PDI-P.
>
>Mengapa PDI-P lebih memilih TNI_Polri daripada kelompok partai Islam ?
>- Bagi PDI-P , lebih baik kembali ke status quo daripada Islam yang menang.
>PDI-P memang lebih mengutamakan kekuasaan daripada memajukan bangsa ini.
>
>Bukankah PDI-P selama ini bersuara sebagai gerbong perlawanan terhadap
>status-quo ?
>- Itu bohong saja. Itu untuk mengibuli rakyat agar memilih PDI-P.
>
>Drama di DPRD DKI Jakarta miniatur SU MPR mendatang ?
>- Bisa jadi. Sangat boleh jadi PDI-P menghasilkan Presiden Militer. Dan
>mereka sama sekali tidak merasa bersalah atas kejadian itu. Malah merasa
>sebagai penyelamat.
>
>Dengan begitu Indonesia Set back ?
>- Memang orang PDI-P masih primitif. Lagaknya saja mereka memperjuangkan
>demokrasi dan reformasi. Namanya saja partai demokrasi, tapi kenyataannya
>partai dikatator.
>
>mad ridwan.
>
>
>
>
>______________________________________________________________________
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!