wah percaya aku sama bung yap.
belum ada yang menyikapi peristiwa DPRD-DKI
dengan begini sejuk dan cermat.
selain mengumbar emosi, penggoblogan
dan pembelaan ti-matian....
terimakasih pak yap....
salam,
drajad
-----
iklan milis: WOJO SETO MAILING LIST
langganan: [EMAIL PROTECTED]
brenti: [EMAIL PROTECTED]
tanya: [EMAIL PROTECTED]
dolin: http://www.egroups.com/list/wjseto
----- Original Message -----
From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, September 24, 1999 8:18 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] MEREKA TAKUT ISLAM MENANG
> Drama di DPRD DKI nampaknya bukan suatu kebetulan. Yang
jelas anggota TNI
> yang terpilih jadi Ketua DRPD DKI Jakarta itu seorang
Mayor Jenderal. Jadi
> sangat mungkin bahwa sebelumnya sudah ada bisik bisik yang
menjamin bahwa
> dia bakal terpilih jadi Ketua. Kalau tidak, nggak mungkin
TNI 'menurunkan'
> seorang Mayor Jenderal untuk posisi anggota DPRD.
>
> Lebih dari itu saya melihat mungkin ini suatu isyarat
yang lebih dari jelas
> dari PDIP menyikapi situasi politik belakangan ini. Dengan
matematika Poros
> Tengah yang menguasai lebih banyak kursi dibanding PDIP,
maka Poros Tengah
> diajak berpikir sebuah alternatif seandainya PDIP
menggandeng TNI dan Golkar
> sekaligus.
>
> Dengan demikian, mungkin saja ini ajakan terselubung dari
PDIP kepada Poros
> Tengah, untuk memilih, apakah akan menyelamatkan reformasi
dengan
> melanjutkan komunike Ciganjur/Paso yang diperluas, atau
membiarkan pentas
> reformasi berakhir disini saja, dengan bergabungnya PDIP,
Golkar dan TNI,
> yang secara konstitusi boleh boleh saja. Apalagi katanya
dalam politik,
> segala sesuatu serba mungkin terjadi, begitu yang pernah
saya baca dimilis
> ini.
>
> Saya kira belum terlambat bagi Poros Tengah untuk
menyelamatkan reformasi
> dengan menggandeng PDIP dan PKB, karena sejauh ini belum
satu Partaipun
> dalam Poros Tengah yang secara resmi menetapkan Gus Dur
sebagai Capres
> Partai. Yang ada baru keinginan mas Amien Rais.
>
> Dalam persekutuan Poros Tengah + PDIP+PKB, belum tentu
juga PDIP tetap
> ngotot meminta Mega sebagai Capres. Setidaknya karena Mega
juga sangat
> menghormati Gus Dur.
>
> Mana yang akan terjadi, entahlah.
>
> Yap
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!