FYI,
Wimar Witoelar itu orang yang sangat sayang pada PAN. Sangat dekat dengan
Amien dan Faisal, juga pada Bara Hasibuan, Goenawan Mohammad (deklarator
PAN). Waktu Mei 1998, ia berulang kali bersama Amien Rais ketika pendudukan
MPR/DPR. Juga pernah di-hired PAN untuk 3 bulan penuh sebagai moderator
road-show PAN, sehingga Amien Rais menjuluki Wimar dengan "The King of Talk
Show". Berulangkali juga ia mewawancarai Amien dalam berbagai forum yang ia
miliki (perspektif baru yang tersebar di seluruh Indonesia, Selayang
Pandang, dll). Yang saya tahu, ia juga ikut dalam berbagai rapat yang
akhirnya melahirkan PAN. Ia juga mencoblos PAN, juga keluarganya mencoblos
PAN dalam Pemilu 1999.
Oh ya, di Warga Peduli, yang terbanyak adalah fungsionaris PAN; Faisal, Bara
(Ketua Dept Luar Negeri PAN), Miranti Abidin, dan beberapa orang lagi yang
saya tak ingat. Seingat saya, dari 12 deklarator Warga Peduli, 7 orang
diantaranya adalah fungsionaris DPP PAN. Itu saja short-reply saya.
Maaf, saya bukan tidak mau "meladeni" diskusi anda. Tapi, memang saya
betul-betul sedang tidak punya waktu yang cukup. Terimakasih.
Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
_________________________________________________
E-mail: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Visit http://come.to/forma-kub
-----Original Message-----
From: Wisnu Ali Martono <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 07 Oktober 1999 10:02
Subject: Re: [Kuli Tinta] REFORMASI, HIDUP?
deleted
>Sebaliknya, bagaimana saya bisa menilai Warga Peduli adalah kelompok
>netral, kalau di dalamnya terdapat Wimar Witolear yang dengan mata
>telanjang dan disaksikan oleh pemirsa TV se-Indonesia kelihatan sekali
>dukungannya terhadap PDI-P?
>
>Jika Wimar Witoelar itu adalah seorang buta huruf yang tidak tahu dunia
>luar, saya akan menghargai argumentasi WM (dalam acara itu) bahwa partai
>pemenang (baca: PDI-P) otomatis harus menjadi pemimpin (baca:presiden).
>Bagaimana mungkin orang tidak akan mengatakan bahwa WM adalah partisan
>PDI-P? Apakah seorang WM yang begitu cerdas dan sudah lama menjadi aktivis
>lupa bahwa sistem pemilihan presiden di Indonesia tidak menjamin partai
>pemenang pemilu otomatis menduduki kursi presiden? Kenapa dia begitu
>gigihnya berusaha menggiring opini ke arah ini?
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!