Kalau seandainya pemimpin kita berbicara seperti itu ya baguslah. Dan saya berharap agar negara ini dipimpin oleh orang-orang seperti itu. Jangan lagi dikotori dengan segala macam kebencian. Kalau yang diangkat adalah kebencian, ya mending pisah, Bung. Terus terang saya muak melihat sejumlah orang yang menyebarkan kebencian di negara ini. Kalau kita sepakat sebagai satu bangsa yangbersatu, Negara Kesatuan Republik Indonesia, marilah kita menghormati kemajemukan dan perbedaan yang ada. Cuma itu yang saya harapkan. -----Original Message----- From: �� [SMTP:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Thursday, October 21, 1999 10:12 PM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [Kuli Tinta] JACOB TOBING & AKBAR TANJUNG Aaaaah.....tenang aja...... Dalam pemilu kemarin gambarannya bagaimana? Come on... just keep calm..... Perhatikan pula ucapan Gus Dur ketika di muara Angke. Kini Gus Dur telah menjadi Presiden bukan? Tadi dalam wawancara, Amin Rais enteng saja ketika mengatakan rumahnya dan rumah ibunya yang di Solo dibakar. (catatan: Satgas PDIP ikut menyelamatkan) AR mengatakan bahwa kita tidak membangun Indonesia untuk 1 tahun atau 2 tahun namun ratusan tahun. Cobalah ditelaah persaingan Gus Dur dan Mega di Capres. Apakah mereka berbeda dalam hal visi kebangsaan? Berbeda bukan dengan pemilihan presiden di negara lain dimana masing-masing kandidat berbeda dalam memandang masalah dan menyelesaikannya? Mereka dekat karena platform mereka sama. Itulah kekuatan di Indonesia yang sebenarnya. Persentil atau quartil selalu ada didalam setiap distribusi, namun jangan menganggap modus tidak ada atau menganggap persentil sebagai modus. Marwah dan Baramuli memang membicarakan mengenai wakil dari Indonesia Timur yang tidak terakomodasi. Namun, Marzuki dan wakil dari Indonesia Timur keberatan dengan pernyataan tersebut. Bung, toleransi wakil umat Islam yang menerima keberatan wakil dari Indonesia Timur mengenai sila pertama Piagam jakarta adalah fakta sejarah bahwa sejak dulu semangat itu sudah terbentuk. Kini, kita baru saja melihat kelahiran kembali semangat tersebut dalam sidang MPR. Amin Rais sebagai Ketua MPR meminta seluruh umat baragama (dia sebut satu per satu) untuk memanjatkan doa kehadirat Allah SWT guna memanjatkan puji syukur atas keberhasilan bangsa ini untuk menyelenggarakan SU MPR. �� (in the spirit of diversity within unity) ----- Original Message ----- From: Cosmas Damianus Tufan <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: 21 October 1999 07:37 Subject: RE: [Kuli Tinta] JACOB TOBING & AKBAR TANJUNG anda benar, bung tetapi kalau anda lihat bahwa sebagian dari warga negara ini, begitu menginginkan agar "milik"nya sendiri kudu jadi yang terutama di negeri yang katanya berdasarkan PANCASILA ini. Anda amati saja beberapa forward posting yang masuk ke milis ini. Kalau seandainya mau diganti dengan dasar negara lain, ya sah-sah saja. Itu wajar. Tetapi konsekuensi logisnya ya .... kesepakatan antar para Bapak Bangsa terpaksa ditinjau lagi. Kalau ada sejumlah daerah yang kemudian keberatan untuk bergabung dengan negeri ini ya wajar-wajar saja. Itu adalah hak mereka. Jadi kalau kita sepakat bahwa negara ini adalah negara yang pluralis, yang menghormati dan mengakui hak-hak seluruh warga negaranya setara antara setiap dan semua warga negara, seyogyanyalah mari kita menghormati perbedaan yang ada. Jangan coba-coba mengangkat segala macam isyu mayoritas minoritas dan sebagainya. Saya kutip "semboyan" salah seorang netters di sini: "anda jual, kami beli". salam -----Original Message----- From: �� [SMTP:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Wednesday, October 20, 1999 7:00 AM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [Kuli Tinta] JACOB TOBING & AKBAR TANJUNG Urusannya bukan muslim non muslim Bung! Mengapa kita masih mau melanjutkan keterkotakan yang dibentuk oleh pemerintah Orba, padahal pengkotakan itu merupakan salah satu strategi agar pluralisasi kekuatan bisa dikendalikan bagi kepentingan politik Orba. Comon Bung, membangun dunia baru dengan semangat "diversity within unity" Silahkan datang ke Yogya. Candi Budha dan Hindu berdampingan, Masjid Syuhada-Gereja HKBP-Gereja Katolik Kotabaru dalam satu komplex. Juga Istiqal dengan Katedral berdampingan di Jakarta. Kalau kita ingin melakukan reformasi total maka proses pengkotakan itu juga harus direformasi. �� ----- Original Message ----- From: Cosmas Damianus Tufan <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: 19 October 1999 16:31 Subject: RE: [Kuli Tinta] JACOB TOBING & AKBAR TANJUNG kalau urusnnya Muslim - non-Muslim ,mas Saya sangat setuju bila negara ini dipecah saja. Orang-orang Muslim biar memperoleh kapling negara tersendiri agar mereka dapat mengurus negara menurut selesa dan keinginannya. Yang bukan Muslim atau Muslim yang lain silahkan bergabung membentuk sebuah negara pluralistik dimana kemajemukan dipandang sebagai suatu kekayaan dan rahmat. Kalau ada yg setuju dengan ide ini, silahkan bergabung dengan saya. Kita lakukan kampanye pemecahan belahan negara RI, di Indonesia dan di forum-forum internasional. salam, -----Original Message----- From: Hotman Silalahi [SMTP:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Tuesday, October 19, 1999 9:15 AM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [Kuli Tinta] JACOB TOBING & AKBAR TANJUNG Ah...saya selalu menganggap adannya ketidakdewasaan apabila agama dikedepankan untuk menjawab persoalan-persoalan yang berkembang saat ini. On Mon, 18 Oct 1999, Zaki Tugiyo wrote: > lakukan bersama-sama dengan teman yang se-ide yaitu Jika PDI.P akan > melakukan Revolusi maka saya bersama teman-teman akan melakukan hal yang > sama seperti yang dilakukan oleh PDI.P, karena kebatilan harus dilawan > jika perlu sampai dengan DARAH PENGHABISAN, sebagai muslim wajib bagi > saya untuk memerangi kebathilan. > > Salam > Zaki Tugiyo > (yg sedang menunggu REVOLUSI ... ANDA MENJUAL KAMI MEMBERI ..?) > ---------- > > ______________________________________________________________________ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan mengirim e-mail kosong ke alamat; Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
______________________________________________________________________ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan mengirim e-mail kosong ke alamat; Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
