Bung Cosmas yang baik,
Rencanamu adalah bukan rencanaKu.
KH Abdul Rahman Wahid menjadi Presiden RI adalah rahmat Allah SWT
bagi bangsa ini. Seperti posting beberapa rekan yang telah
menyatakan rasa syukurnya, seperti Bung Yap dll, memang sudah
selayaknya dan sepantasnya kita sebagai bagian dari bangsa
Indonesia yang berbudaya bersyukur atas rahmat itu.
Eksistensi para santri sarungan itu harus pula kita lihat sebagai
rahmat yang tersembunyi. Sejak kampanye Pemilu yang lalu mereka
sdah lantang menyuarakan bahwa Indonesia terbentuk atas multi
keragaman dan menghilangkan keragaman itu berarti menghilangkan
eksistensi bangsa Indonesia. Bukankah pencalonan mereka terhadap
orang yang selama ini "dinilai" tidak pantas merupakan sebuah
benchmark? Tiga dari empat tokoh Ciganjur sudah berada di posisi
strategis untuk mengawal reformasi "disegala" bidang bagi
kemajuan dan keutuhan bangsa Indonesia.
Jangan pula dilupakan, Yusril yang mengundurkan diri dari
pencalonan Presiden dan menangis dengan terbata-bata berkata "ini
adalah ukuwah buat NU, selama umat Islam mau bersatu maka banyak
masalah negeri ini bisa diselesaikan" juga merupakan sebuah
signal.
Memang ada sih yang masih bersuara agak miring-miring dikit...,
seperti misal Sri Bintang yang mengkomentari apakah di tingkat
bawah masa Gus Dur dan masa Mega bisa kompak seperti pemimpinnya?
Tenaaang..., tenaaang........... Bung, distribusi normal pasti
memiliki Modus. Bagi bangsa ini, Modus itu adalah didalam
keragaman berkehendak untuk mewujudkan kehidupan yang tenteram,
damai, sejahtera lahir batin, serta bertaqwa kepada Tuhan yang
maha esa.
Am I wrong?
��
----- Original Message -----
From: Cosmas Damianus Tufan <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 22 October 1999 07:44
Subject: RE: [Kuli Tinta] JACOB TOBING & AKBAR TANJUNG
Kalau seandainya pemimpin kita berbicara seperti itu
ya baguslah. Dan saya berharap agar negara ini dipimpin
oleh orang-orang seperti itu. Jangan lagi dikotori dengan
segala macam kebencian. Kalau yang diangkat adalah
kebencian, ya mending pisah, Bung.
Terus terang saya muak melihat sejumlah orang yang
menyebarkan kebencian di negara ini. Kalau kita
sepakat sebagai satu bangsa yangbersatu, Negara Kesatuan
Republik Indonesia, marilah kita menghormati kemajemukan
dan perbedaan yang ada. Cuma itu yang saya harapkan.
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!