Kalian lihat isu disintegrasi semakin besar. Isu Federasi semakin memanas.
Tetapi yang sama-sama tidak kita ketahui mengapa kedua isu itu bisa muncul.
Sebagai seorang jurnalis seharusnya kita mengetahu ada aksi pasti ada
reaksi.

Sebaiknya kita mulai dari sejarah saja dan kita semua akan sadar sebenarnya
yang baik untuk Indonesia kita ini apa? Jangan terlalu jauh kejaman
majapahit karena itu masih jaman kerajaan dan feodalisme (penjajahan feodal)
belum ada indonesia pada saat itu.

Pertanyaan
1. Kapan indonesia dikukuhkan sebagai negara kesatuan; diakui dan didukung
oleh beberapa kekuatan politik pada saat itu.
2. Kapan indonesia terpecah menjadi dua pemerintahan pertama RI yang
berpusat di Jogja, sampai ke sumbar. atau RIS yang berpusat di Jakarta;
pertanyaanya kekuatan politik apakah yang mendukung RI atau RIS.
3. Boleh menolak atau tidak konspirasi politik adalah salah satu alat yang
di pakai negara-negara kapitalis/imprialis Amerika dan eropa
(belanda/inggris) dalam mendekati kekuatan politik yang ada pada saat itu
yaitu PKI, PNI,PSI dan Masyumi,  serta yang lainnya. Hal inilah mungkin
salah satu sebab meletusnya pristiwa profokasi madiun pada tahun 1948.
Pada saat itu juga lahir pristiwa yang disebut TNI profesional dan melucuti
laskar-laskar rakyat (membubarkan TNI rakyat) carilah pula sejarah yang
obyektif kenapa TNI rakyat pada tahun tersebut dibubarkan. Dan kapan konsep
dwi fungsi abri itu lahir dan siapa yang membidani.
4. agar tidak salah jalah PSI pernah terpecah dua PSInya Syltan sahrir dan
PSI-nya Amir syarifusin. Dari dua kubu ini kubu mana yang mendukung
federasi?
5. Pertanyaanya setelah krisis tersebut terlewani, lewat beberapa
perundingan maka indonesia kembali lagi menjadi negara kesatuan.
Pertanyaanya apakah pada jaman soekarno isu-isu federasi dan disintegrasi
muncul kembali? jawabnya ya pertama DI/TII dan PRRI  dll pertanyaanya
kemudian mengapa setelah kekuatan asing keluar dari negeri ini, malah muncul
dari perlawanan di negerinya sendiri apakah benar analisa diatas bahwa ada
kekuatan politik di dalam negeri yang menjadi kaki tangan negara-negara
kapitalis/imprialis dari amerika dan inggris (eropa).
6. Akibat pristiwa ini dua kekuatan politik dibubarkan yaitu PSI dan Masyumi
apakah kader-kadernya masih ada sampai sekarang, apakah benar merekalah dan
didukung abri dan imprialis dalam menumbangkan Soekarno?
7. Kenapa pada jaman soeharto isu tersebut dapat diredam?
8. Kenapa pada saat mega dan gusdur sebagai kekuatan politik paling besar
(Nasionalis) selain PKI yang sudah dibubarkan muncul Isu tersebut
kepermukaan lagi. Siapa sebenarnya yang bermain;

Nah dari delapan pertanyaan diatas kawan-kawan pers menganalisanya sendiri
kekuatan politik apakah yang menyebabkan isu tersebut bisa muncul lagi
kepermukaan. Yang jelas pasti ada kepentingan orang-orang sakit hati dan
kaki tangan kapitalis-imprialis asing di Indonesia siapakah itu? Amin kah,
Budiman sujatmiko yang baru dilepaskan kah?, Akbar tanjungkah, para jendral,
poros tengahkah, Poros kirikah?, atau poros kanankah, yang jelas sekarang
ini yang bermesraan poros kanan dan poros kiri meninggalkan poros tenggah
yang mendukung federalisasi. Tetapi siapakah yang akan membobolkan bolanya.

Apakah solusi dari pemerintahan persatuan gusdur ini akan memihak federasi
amerika sehingga negeri kita terpecah menjadi negeri-negeri sendiri dan
mempunyai laut sendiri, atau dengan cara sosialis yang lebih condong pada
DPRnya saja bukan pemerintahannya. Artinya wakil rakyatlah yang berkuasa di
pemerintahan apa kata DPR daerah sudah pasti apa kata kemauan hatinurani
rakyat di daerahnya. Begitu juga kata DPR pusat sudah pasti keinginan
seluruh rakyat Indonesia.

Hasil akhir pertemuan PDI Perjuangan dengan sangat keras menolak Federasi
(terkesan otoriter), alasannyapun cukup jelas jika kita memilih federasi ala
amerika sudah pasti lautan kita akan semakin kecil.

Tetapi belum pernah di bicarakan negara dengan cara pemerintahan Uni Soviet
yang terdiri dari UNI-UNI (dewan-dewan rakyat) walaupun dalam satu negara
Soviet. Apakah ini juga akan memeprkecil laut Indonesia? atau ala RRC?

Ataukah tetap pada negara kesatuan tetapi menghidupkan wakil-wakil rakyat
yang lebih bisa berbicara didaerahnya sehingga permasalahan daerah dapat di
pecahkan didaerahnya saja, tanpa melibatkan pusat. Otonomi khusus yang
abstrak dan tidak ada tiori ilmiahnya yang dapat mendukungnya selain
mendekatinya.

Mashuri Alif
Redaktur Majalah TUGAS.





>saya justru membayangkan,
>bila boleh kembali ke masa lampau,
>maka sultan ageng tirtasaya akan saya provokasi,
>sehingga jendral mur-jangkung tidak diberi ijin
>sama sejali mendirikan loji di jayakarta (betawi, dari guyonan
>bahasa jawa katanya itu akronim dari "mambet tahi", gara-
>gara waktu sultan agung menyerang jakarta, kali ciliwung
>dibendung di daerah kedung halang bogor sampai depok, sehingga
>bau wc-panjang batavia jadi kuat.... hehehe)
>atau kalau boleh ke belakang lagi maka aku juga akan memprovokasi
>agar "faletehan" tidak usah ke barat hingga banten yang akhirnya
>malah menjadikan pulau jawa sade demikian pecah belah...
>
>juga "just a tought"
>>
>Nimbrung dikit ya...
>

>---CUT---
>>Duh Gusti...., mengapa  dulu Engkau membiarkan Belanda memusatkan
>>pemerintahan Hindia Belanda di Jawa...............  Seandainya
>>saja sejarah pemerintah Hindia Belanda itu di luar Jawa maka
>>mungkin persoalan yang akan dihadapi oleh bangsa ini lebih
>>mudah........
>
>Errr, saya kok jadi kepikiran, andaikata dahoeloe VOC memoetoeskan
>untuk
>meletakkan kantor pusatnya di pulau Sumatra (biar deketan ama kotanya
>mbah
>Raffles), dus dengan demikian pemerintahan Hindia Belanda memutuskan
>untuk
>menjadikan pulau Sumatra sebagai basis kekuasaan kolonial Belanda, apa
>nggak mungkin sekarang ini yang muncul adalah pernyataan "..percayalah
>Sumatra tidak akan miskin karena negara Federal...", dan yang terjadi
>adalah rakyat _Madura_ yang meminta referendum dengan didukung GMM
>(Gerakan
>Madura Merdeka), bukan rakyat Aceh? Dan kalau boleh mengandai-andai
>lebih
>jauh, andaikata yang menguasai Hindia Timur ini dulu adalah Inggris,
>bukan
>Belanda, kira-kira sekarang ini kita bakalan lebih makmur atau lebih
>kere?
>
>Just a thought.....
>
>
>Wassalam,
>
>Paladin A.
>ICQ 50753984
>
>


-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke