Kalau mau berbaik sangka, saya rasa sang doktor hanya mengungkapkan apa yang
'tidak terkatakan' dari sekian banyak protes tentang wacana negara federal.

Correct me if I'm wrong, sejauh pengamatan saya yang paling keras menolak
wacana negara federal hampir semua adalah orang-orang Jawa. Dan suatu
kenyataan bahwa sistem negara kesatuan telah membuat hampir semua hasil
sumberdaya daerah memusat di Jawa.



> -----Original Message-----
> From: �� [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Thursday, December 09, 1999 8:36 PM
> To:   [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]
> Cc:   [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      Re: [Kuli Tinta] Ibarat penyakit..
> 
> 
> ----- Original Message -----
> From: GIGIH NUSANTARA <[EMAIL PROTECTED]>
> 
> Sebenarnya bukan Gus Dur yang tak memiliki 'sense of
> crisis', tetapi justru para politikus kita lah yang
> sedang mabuk karena menenggak demokrasi dalam dosis di
> luar takaran.
> __________________________________________________
> 
> Dalam acara VISI, hadir seorang Doktor dari salah satu partai
> yang lagi getol menyuarakan sosialisasi wacana federalisasi.
> 
> Ada satu kalimatnya yang agak mengurangi rasa respek saya
> terhadap gelar doktornya. Kalimat itu adalah "percayalah Jawa
> tidak akan miskin karena negara Federal...." Lho...., argumentasi
> negara Federak koq nyeleweng ke masalah kekhawatiran Jawa (orang
> Jawa?, penduduk Jawa?, suku Jawa?, pulau Jawa?)yang akan menjadi
> miskin  karena NKRI menjadi NFRI  yang sebenarnya sunggfuh sangat
> sulit dinalar.
> 
> Wah.... saya teringat kepada Doktor Baramuli yang mempunyai
> proyek disintegratif  Iramasukanusantara, kini isu Jawa da Non
> Jawa digulirkan lagi oleh seorang Doktor.
> 
> Apakah demikian tinggi kepandaian  seseorang yang telah berhasil
> memperoleh gelar Doktor sehingga jalan pikirannya sulit dipahami
> dengan pikiran yang sederhana? Bila demikian mengapa mereka
> berbicara di media masa yang dilikuti oleh masyarakat umum?
> Mengapa para Doktor itu tidak menggelar saja debat ilmiah
> diantara mereka sebelum berbicara mengenai kebenaran di depan
> publik? Mengapa para Doktor itu saling berbicara sendiri sehingga
> masarakat awam justru semakin bingung? Ataukah media masa yang
> bingung untuk mencetak public figure karena demikian banyaknya
> Doktor?
> 
> Apakah ada perbedaan antara Doktor kampus dan Doktor non kampus?
> 
> Duh Gusti...., mengapa  dulu Engkau membiarkan Belanda memusatkan
> pemerintahan Hindia Belanda di Jawa...............  Seandainya
> saja sejarah pemerintah Hindia Belanda itu di luar Jawa maka
> mungkin persoalan yang akan dihadapi oleh bangsa ini lebih
> mudah........
> 
> ��
> 
> 
> 
> 
> -= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 

-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke