Saya rasa just correct me if I am wrong either , Affan Gafar ,
Cornelis Lay, Riswanda adalah orang kampus yang namanya tidak
berbau Jawa. Padahal, dalam dialog di Liputan 6 pagi SCTV Affan
Gafar mengatakan sangat keras bahwa koleganya yaitu Amien Rais
main-main dengan ide negara federal tersebut dan AM Fatwa tidak
bisa memberi argumentasi atas pernyataan itu.
Mengenai pengurasan SDA di luar Jawa saya pikir kita tidak
berbeda pendapat bahwa ada yang tidak benar dalam praktek
pemerintahan masa lalu. Apakah pengurasan itu untuk Jawa ataukah
segelintir atau sekelompok orang yang kebetulan berdomisili di
Jawa dan mempunyai
kesempatan untuk memanfaatkan pengurasan itu? Sejak jaman
penjajahan, banyak suku Jawa yang menjadi kuli atau pekerja kasar
dan dipekerjakan di New Caledonia, Suriname serta
ditransmigrasikan ke luar Jawa dan pada saat yang sama banyak
mereka
yang berasal dari luar Jawa mencari ilmu atau berdagang di Jawa
dan kemudian
hidup sukses dengan berdagang atau bekerja di Jawa serta beranak
pinak dan menetap di Jawa. Sampai kini masih banyak
kantong-kantong kemiskinan yang bisa dijumpai di Jawa. Kalau ada
orang jawa dittransmigrasikan ke luar Jawa apakah karena mereka
kaya karena telah menguras kekayaan dari luar jawa? Bukan! Karena
mereka melarat ! Jadi, apakah stigma itu tepat?
Reformasi total yang mencuat keatas adalah untuk mengkoreksi
penyimpangan praktek pemerintahan masa lalu. UU no 22 dan 25
adalah salah satu wujud koreksi itu.
��
----- Original Message -----
From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 10 December 1999 08:13
Subject: RE: [Kuli Tinta] Ibarat penyakit..
Kalau mau berbaik sangka, saya rasa sang doktor hanya
mengungkapkan apa yang
'tidak terkatakan' dari sekian banyak protes tentang wacana
negara federal.
Correct me if I'm wrong, sejauh pengamatan saya yang paling keras
menolak
wacana negara federal hampir semua adalah orang-orang Jawa. Dan
suatu
kenyataan bahwa sistem negara kesatuan telah membuat hampir semua
hasil
sumberdaya daerah memusat di Jawa.
> -----Original Message-----
> From: �� [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Thursday, December 09, 1999 8:36 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]
> Cc: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [Kuli Tinta] Ibarat penyakit..
>
>
> ----- Original Message -----
> From: GIGIH NUSANTARA <[EMAIL PROTECTED]>
>
> Sebenarnya bukan Gus Dur yang tak memiliki 'sense of
> crisis', tetapi justru para politikus kita lah yang
> sedang mabuk karena menenggak demokrasi dalam dosis di
> luar takaran.
> __________________________________________________
>
> Dalam acara VISI, hadir seorang Doktor dari salah satu partai
> yang lagi getol menyuarakan sosialisasi wacana federalisasi.
>
> Ada satu kalimatnya yang agak mengurangi rasa respek saya
> terhadap gelar doktornya. Kalimat itu adalah "percayalah Jawa
> tidak akan miskin karena negara Federal...." Lho....,
argumentasi
> negara Federak koq nyeleweng ke masalah kekhawatiran Jawa
(orang
> Jawa?, penduduk Jawa?, suku Jawa?, pulau Jawa?)yang akan
menjadi
> miskin karena NKRI menjadi NFRI yang sebenarnya sunggfuh
sangat
> sulit dinalar.
>
> Wah.... saya teringat kepada Doktor Baramuli yang mempunyai
> proyek disintegratif Iramasukanusantara, kini isu Jawa da Non
> Jawa digulirkan lagi oleh seorang Doktor.
>
> Apakah demikian tinggi kepandaian seseorang yang telah
berhasil
> memperoleh gelar Doktor sehingga jalan pikirannya sulit
dipahami
> dengan pikiran yang sederhana? Bila demikian mengapa mereka
> berbicara di media masa yang dilikuti oleh masyarakat umum?
> Mengapa para Doktor itu tidak menggelar saja debat ilmiah
> diantara mereka sebelum berbicara mengenai kebenaran di depan
> publik? Mengapa para Doktor itu saling berbicara sendiri
sehingga
> masarakat awam justru semakin bingung? Ataukah media masa yang
> bingung untuk mencetak public figure karena demikian banyaknya
> Doktor?
>
> Apakah ada perbedaan antara Doktor kampus dan Doktor non
kampus?
>
> Duh Gusti...., mengapa dulu Engkau membiarkan Belanda
memusatkan
> pemerintahan Hindia Belanda di Jawa............... Seandainya
> saja sejarah pemerintah Hindia Belanda itu di luar Jawa maka
> mungkin persoalan yang akan dihadapi oleh bangsa ini lebih
> mudah........
>
> ��
>
-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!