Saya setuju sekali dengan pendapat Mas Aswat. Jika ada sebagian orang setuju
atau tidak setuju dengan negara kesatuan ataupun federal, itu adalah hak
mereka dan sah. Mekanisme sudah jelas. Amandemen UUD' 45 lewat MPR. Jadi,
bagi mereka yang menginginkan negara federal, pilih dong, partai yang
menyuarakan negara federal. Demikian pula sebaliknya bagi yang menginginkan
negara kesatuan. 2/3 dari anggota MPR, dan 2/3 dari anggota MPR yang hadir.
Sah. Tak ada kaitannya dengan Jawa atau bukan Jawa. Lha memangnya 80 milyar
dollar di seberang itu diparkir orang Jawa. Kalaupun dan misalkan Pak Harto
punya uang milyaran disimpan di luar negeri, itu Pak Harto sebagai Pak
Harto. Bukan Pak Harto yang mewakili orang Jawa. Disekitar Pak Harto di
Wonogiri sana, masih banyak orang yang makan tiwul. Lha memangnya
orang-orang di pulau Jawa nggak ada yang kelaparan. Lha memangnya gurita
Kedung ombo itu tidak merampas tanahnya orang Jawa. Lha memangnya cuma di
Aceh saja ada pembataian. Tanjung priok, Kampus Trisakti, Jembatan Semanggi,
Banyuwangi, di Solo kota saya, lha apa itu cuma main ketoprak dan wayang
orang. 

> ----------
> From:         ��[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent:         Friday, December 10, 1999 2:04 PM
> To:   Kuli Tinta
> Subject:      Re: [Kuli Tinta] Ibarat penyakit..
> 
> Saya rasa just correct me if I am wrong either , Affan Gafar ,
> Cornelis Lay, Riswanda adalah orang kampus yang namanya tidak
> berbau Jawa. Padahal, dalam dialog di Liputan 6 pagi SCTV Affan
> Gafar mengatakan sangat keras bahwa koleganya yaitu Amien Rais
> main-main dengan ide negara federal tersebut dan AM Fatwa tidak
> bisa memberi argumentasi atas pernyataan itu.
> 
> Mengenai pengurasan SDA di luar Jawa saya pikir kita tidak
> berbeda pendapat bahwa ada yang tidak benar dalam praktek
> pemerintahan masa lalu. Apakah pengurasan itu untuk Jawa ataukah
> segelintir atau sekelompok  orang yang kebetulan berdomisili di
> Jawa dan mempunyai
> kesempatan untuk memanfaatkan pengurasan itu? Sejak jaman
> penjajahan, banyak suku Jawa yang menjadi kuli atau pekerja kasar
> dan dipekerjakan di New Caledonia, Suriname serta
> ditransmigrasikan ke luar Jawa dan pada saat yang sama banyak
> mereka
> yang berasal dari luar Jawa mencari ilmu atau berdagang di Jawa
> dan kemudian
> hidup sukses dengan berdagang atau bekerja di Jawa serta beranak
> pinak dan menetap di Jawa. Sampai kini masih banyak
> kantong-kantong kemiskinan yang bisa dijumpai di Jawa. Kalau ada
> orang jawa dittransmigrasikan ke luar Jawa apakah karena mereka
> kaya karena telah menguras kekayaan dari luar jawa? Bukan! Karena
> mereka melarat !  Jadi, apakah stigma itu tepat?
> 
> Reformasi total yang mencuat keatas adalah untuk mengkoreksi
> penyimpangan praktek pemerintahan masa lalu. UU no 22 dan 25
> adalah salah satu wujud koreksi itu.
> 
> ��
> 
> 
> ----- Original Message -----
> From: <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: 10 December 1999 08:13
> Subject: RE: [Kuli Tinta] Ibarat penyakit..
> 
> 
> 
> Kalau mau berbaik sangka, saya rasa sang doktor hanya
> mengungkapkan apa yang
> 'tidak terkatakan' dari sekian banyak protes tentang wacana
> negara federal.
> 
> Correct me if I'm wrong, sejauh pengamatan saya yang paling keras
> menolak
> wacana negara federal hampir semua adalah orang-orang Jawa. Dan
> suatu
> kenyataan bahwa sistem negara kesatuan telah membuat hampir semua
> 
> hasil
> sumberdaya daerah memusat di Jawa.
> 
> 
> 
> > -----Original Message-----
> > From: �� [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> > Sent: Thursday, December 09, 1999 8:36 PM
> > To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> > [EMAIL PROTECTED]
> > Cc: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> > [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
> > Subject: Re: [Kuli Tinta] Ibarat penyakit..
> >
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: GIGIH NUSANTARA <[EMAIL PROTECTED]>
> >
> > Sebenarnya bukan Gus Dur yang tak memiliki 'sense of
> > crisis', tetapi justru para politikus kita lah yang
> > sedang mabuk karena menenggak demokrasi dalam dosis di
> > luar takaran.
> > __________________________________________________
> >
> > Dalam acara VISI, hadir seorang Doktor dari salah satu partai
> > yang lagi getol menyuarakan sosialisasi wacana federalisasi.
> >
> > Ada satu kalimatnya yang agak mengurangi rasa respek saya
> > terhadap gelar doktornya. Kalimat itu adalah "percayalah Jawa
> > tidak akan miskin karena negara Federal...." Lho....,
> argumentasi
> > negara Federak koq nyeleweng ke masalah kekhawatiran Jawa
> (orang
> > Jawa?, penduduk Jawa?, suku Jawa?, pulau Jawa?)yang akan
> menjadi
> > miskin  karena NKRI menjadi NFRI  yang sebenarnya sunggfuh
> sangat
> > sulit dinalar.
> >
> > Wah.... saya teringat kepada Doktor Baramuli yang mempunyai
> > proyek disintegratif  Iramasukanusantara, kini isu Jawa da Non
> > Jawa digulirkan lagi oleh seorang Doktor.
> >
> > Apakah demikian tinggi kepandaian  seseorang yang telah
> berhasil
> > memperoleh gelar Doktor sehingga jalan pikirannya sulit
> dipahami
> > dengan pikiran yang sederhana? Bila demikian mengapa mereka
> > berbicara di media masa yang dilikuti oleh masyarakat umum?
> > Mengapa para Doktor itu tidak menggelar saja debat ilmiah
> > diantara mereka sebelum berbicara mengenai kebenaran di depan
> > publik? Mengapa para Doktor itu saling berbicara sendiri
> sehingga
> > masarakat awam justru semakin bingung? Ataukah media masa yang
> > bingung untuk mencetak public figure karena demikian banyaknya
> > Doktor?
> >
> > Apakah ada perbedaan antara Doktor kampus dan Doktor non
> kampus?
> >
> > Duh Gusti...., mengapa  dulu Engkau membiarkan Belanda
> memusatkan
> > pemerintahan Hindia Belanda di Jawa...............  Seandainya
> > saja sejarah pemerintah Hindia Belanda itu di luar Jawa maka
> > mungkin persoalan yang akan dihadapi oleh bangsa ini lebih
> > mudah........
> >
> > ��
> >
> 
> 
> 
> 
> -= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 

-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke