Mas Gigih (sesuai dengan semangat anda) saya sangat kagum dengan argumentasi anda. 
Anda masih tetap memperhatikan keselamatan orang-orang yang dikat sekali di lingkungan 
anda, khususnya keluarga.

Ini merupakan sifat yang sangat manusiawi sekali. Resiko tetap harus kita perhatikan. 
Apalagi kalau resiko itu tidak hanya ditanggung oleh dirikita sendiri.

Mungkin Mas WAM adalah orang yang patriotik mementingkan ide dan gagasan sendiri tanpa 
memperhatikan resiko yang menimpa orang-orang yang dekat dihati anda. Jika melihat 
orang yang mempunyai sifat seperti mas WAM itu, saya memang merasa kerdil, bodoh, 
pecundang, munafik lan sak piturute. Tetapi bagi saya keberanian untuk menyampaikan 
kebenaran - walaupun sudah menjadi publik domain - di lingkup internet ini ya tetap 
mengandung unsur-unsur pecundang. Lain halnya kalau Mas WAM menyampaikan di ruang 
publik terbuka, semisal di seminar diskusi lintas sektoral, maupun disampaikan di 
dalam lembaga-lembaga resmi lainnya. Oleh sebab itu kalau ingin tidak dikatakan 
pecundang alangkah baiknya sewaktu-waktu kuli tinta menyelenggarakan copy darat agar 
semua peserta di ketahui identitas dan prejengannya itu. saya sangat mendukung kalau 
diadakan forum pertemuan dan silahturahmi di antara fans kuli tinta yang tercinta. 
Pasti kalau terselenggara, kita semua akan terkejut siapa-siapa orang yang ikut 
terlibat di dalamnya. Bahkan Mas WAM tidak menduga bahwa si Pabusacilat ternyata 
adalah orang yang sangat dekat dihati anda.
--

On Mon, 14 Feb 2000 02:38:56   GIGIH NUSANTARA wrote:
>> WAM:
>> Jelasnya, bung Gigih, anda termasuk golongan
>> munafik. Tidak berani
>> mengatakan yang benar-itu benar, karena alasan
>> perut. Dengan demikian,
>> sangat boleh jadi, (karena saya tidak tahu pasti di
>> mana anda bekerja) 
>> anda termasuk mereka yang menikmati hasil KKN, meski
>> secara tidak
>> langsung. 
>
>Gigih :
>
>Munafik ? Sepanjang yang mengatakan hal ini WAM, tak
>akan pernah membuat saya menyesal, dan mulas. Lain
>halnya kalau yang bilang ini mbah Soel, saudaraku
>Tigun, atau Koh Yap, juga beberapa sahabat dekat lain,
>bisa pingsan saya.
>
>Alasan perut ?
>
>Ya. Saya harus mempertahankan periuk nasi saya yang
>cuma tak seberapa ini dengan gigih. Saya tak pandai
>KKN, sehingga anak-anak saya pun terpaksa harus rela
>melata-lata untuk mendapatkan pekerjaan. Alhamdulilah
>mereka berhasil sekali. Ya, sangat berhasil. Saya
>berhasil mendidik mereka, meski demi perut yang kempis
>ini.
>
>Pendidikan saya sangat sederhana, sehingga barangkali
>tak bisa masuk dalam pergaulan kelompok pengembang
>teknologi yang fit-and-proper soal kepakarannya. Untuk
>peluang yang sangat sedikit ini, saya terpaksa
>'munafik', sebatas dalam pemakaian nama yang Gigih itu
>saja. Jangan coba yang lain.
>
>KKN tak langsung, saya tak tahu. Dan sama sekali tak
>terpikir untuk mencari tahu. Gaji yang saya terima
>saya nilai seimbang dengan pekerjaan yang saya lakukan
>(mestinya kurang). Alhamdulilah, yang saya kerjakan
>benar-benar tak bakal dekat dengan urusan yang serba
>KKN tersebut. Untuk menambal kekurangan gaji saya,
>maka di rumah saya jual pecel. Kalau yang begini masih
>dibilang KKN, entahlah....
>
>>  
>> > Alasan lain adalah keluarga saya. Saya tidak ingin
>> > mereka ikut mengalami kesulitan karena aktivitas
>> saya
>> > yang rada-rada sableng.
>> 
>> WAM:
>> Alasan yang dapat diterima.
>> Akan tetapi, why should you afraid kalau yang anda
>> katakan itu sudah
>> menjadi _public domain_? Ibaratnya, anda toh nggak
>> perlu merasa takut
>> mengatakan presiden kita buta, kalau public juga
>> udah tahu hal itu?
>
>Gigih :
>
>Ijinkan saya tetap mempertahankan sikap saya soal
>ketakutan saya tersebut. Nama Gigih sudah dimulai
>ketika ketakutan memang sudah wajar dipakai, lebih
>dari 5-6 tahu silam. Saya pikir gila (ketika itu)
>kalau berani mengusik keluarga tertentu, meski semua
>tahu.
>
>> Kecuali anda menceritakan hal-hal yang tidak bisa
>> dibuktikan kebenarannya.
>> Di situ lah letak perbedaan isi posting mereka yang
>> jelas mencantumkan
>> identitasnya, dengan mereka yang bersembunyi di
>> balik free provider. 
>
>Gigih :
>
>Tak pernah sekalipun saya menulis yang tak benar. Saya
>bertahan untuk tak mencampuri beberapa posting
>tertentu, hanya karena tak cukup fakta yang saya
>miliki.
>
>Jutaan orang menggunakan alamat gratisan, dan toh saya
>tak pernah membaca apa alamat-alamat yang dipakainya
>tersebut. Saya hanya membaca makna posting mereka,
>lalu mencoba sepakat kalau cocok dengan fakta yang
>saya miliki, diam kalau memang tak sanggup masuk ke
>dalam diskusi mereka (seperti diskusi soal tanah
>gambut antara Yap dan mbah Soel), mencoba menegur
>kalau ada posting yang OOT.
>
>> Dengan mencantumkan identitas saya secara jelas,
>> saya berusaha sedapat
>> mungkin menghindarkan fitnah. Apa yang saya tulis
>> adalah apa yang sudah
>> menjadi _public domain_.
>
>Gigih :
>
>Anda pemberani. Saya kagum. Hikam pasti tak akan
>memecat Anda. Anda adalah asset bagi BPPT. Jangan
>ikut-ikutan penakut seperti saya.
>
>>  
>> Taruhlah pemakaian nama. Ambil kasus Pabu Sacilat.
>> 
>> Bagi anda yang tidak pernah (barangkali!) tahu
>> bahasa prokem Yogya, tidak
>> akan ambil pusing. Tapi, apa ya anda tidak akan
>> tergelitik untuk ikut
>> berkomentar manakala anda tahu arti sebenarnya dari
>> nama itu? I was
>> sincere ketika mengatakan nama itu berarti ASU
>> BAJINGAN. Saya tidak sedang
>> mengumpati si pemakai nama! Tapi, memang benar bahwa
>> menurut bahasa prokem
>> gaya Yogya kata itu berarti begitu. Terjemahannya
>> dog ya anjing. Tidak ada
>> hubungannya dengan umpatan. 
>
>Gigih :
>
>Kalau masih ada, coba arsipnya diperiksa. Sama sekali
>saya tak menegur WAM, cuma Jarodh saja, yang memaki
>'bukan orang'. Perkara nama Pabu Sacilat, yang saya
>juga baru tahu kalau arinya Asu Bajingan, bagi saya,
>tak soal benar. Wong nama samaran, mau milih yang elek
>atau bagus, terserah yang milih. Saya memilih Gigih
>karena julukan itulah yang diberikan oleh almarhum ibu
>saya.
>
>Ini juga salah satu kebiasaan WAM yang selalu salah
>mengambil setting dari sebuah posting. 
>
>> 
>> WAM:
>> Termasuk aktivitas resmi yang berkaitan dengan
>> pekerjaan anda?
>> Saya nggak yakin.  
>
>Gigih :
>
>Saya tak tahu, apa saya akan sedemikian gobloknya
>untuk menggunakan nama samaran untuk menghindari
>hal-hal yang mungkin tak bagus bagi lingkungan saya
>sebagai bagian dari identitas resmi. Kalau itu saya
>lakukan, saya adalah orang goblok. Kalau saudara
>mengharapkan saya menggunakanya untuk aktivitas resmi,
>entah siapa yang goblok kalau begitu.
>
>> 
>> WAM:
>> Salah.
>> Anda tetap munafik. Paling tidak, ketika itu
>> berkaitan dengan perut anda. 
>
>Gigih :
>
>Terimakasih. Untuk sekedar nama, dan di milis, saya
>rela munafik. Lebih-lebih kalau yang bilang 'cuma'
>seorang WAM. Beberapa sahabat lebih suka memakai nama
>Gigih meski mereka tahu siapa saya sebenarnya. ya tak
>masalah...
>
>Masih kurang ?
>
>=====
>Sugih durung karuwan, sombong didisikno...
>__________________________________________________
>Do You Yahoo!?
>Talk to your friends online with Yahoo! Messenger.
>http://im.yahoo.com
>
>- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
>-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


Join 18 million Eudora users by signing up for a free Eudora Web-Mail account at 
http://www.eudoramail.com

- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke