--- GIGIH NUSANTARA <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > WAM:
> > Jelasnya, bung Gigih, anda termasuk golongan
> > munafik. Tidak berani
> > mengatakan yang benar-itu benar, karena alasan
> > perut. Dengan demikian,
> > sangat boleh jadi, (karena saya tidak tahu pasti di
> > mana anda bekerja)
> > anda termasuk mereka yang menikmati hasil KKN, meski
> > secara tidak
> > langsung.
>
> Gigih :
> Munafik ? Sepanjang yang mengatakan hal ini WAM, tak
> akan pernah membuat saya menyesal, dan mulas. Lain
> halnya kalau yang bilang ini mbah Soel, saudaraku
> Tigun, atau Koh Yap, juga beberapa sahabat dekat lain,
> bisa pingsan saya.
mBin:
saya sih setuju aja dengan posisi, cak gigi-h ini...
mau dikatain munafik, mau dikatain kkn, mau dikatain pabu sacilat,
ya ndak mesyyeelleehhhh...to om ?
(apalagi yang ngatain om wam...:-))
lain lagi kalo yang ngatain itu istrinya, atawa anaknya.......
lagipula,
kalo yang diomongin memang kenyataan yang sebenarnya,
atawa pemikiran yang nyata...
lha ngapain peduli identitas asli,
di sini kita bertemu di jagad maya,
ya semua pesertanya kan pengagum maya rumantir atawa mayangsari, to ?
lha kalo ada yang mennyatakan dirinya secara jujur,
kemudian ingin dianggap 'gentleman',
ya ndak ada yang nglarang...
pek pek en dhewe, lah...
> > WAM:
> > Alasan yang dapat diterima.
> > Akan tetapi, why should you afraid kalau yang anda
> > katakan itu sudah
> > menjadi _public domain_? Ibaratnya, anda toh nggak
> > perlu merasa takut
> > mengatakan presiden kita buta, kalau public juga
> > udah tahu hal itu?
>
> Gigih :
> Ijinkan saya tetap mempertahankan sikap saya soal
> ketakutan saya tersebut. Nama Gigih sudah dimulai
> ketika ketakutan memang sudah wajar dipakai, lebih
> dari 5-6 tahu silam. Saya pikir gila (ketika itu)
> kalau berani mengusik keluarga tertentu, meski semua
> tahu.
mBin:
wis aku ngaminraisi cak gigih aja,
kan sudah trademark, ngapain juga diubah-ubah...
apa kalau tiba-tiba saya yang ngaku bernama 'gigih nusantara',
terus jadi pahlawan, dan kemudian dihormati....
> > Kecuali anda menceritakan hal-hal yang tidak bisa
> > dibuktikan kebenarannya.
> > Di situ lah letak perbedaan isi posting mereka yang
> > jelas mencantumkan
> > identitasnya, dengan mereka yang bersembunyi di
> > balik free provider.
>
> Gigih :
> Tak pernah sekalipun saya menulis yang tak benar. Saya
> bertahan untuk tak mencampuri beberapa posting
> tertentu, hanya karena tak cukup fakta yang saya
> miliki.
mBin:
semoga tetep gigih mengguanakan namanya, cak !!
> Jutaan orang menggunakan alamat gratisan, dan toh saya
> tak pernah membaca apa alamat-alamat yang dipakainya
> tersebut. Saya hanya membaca makna posting mereka,
> lalu mencoba sepakat kalau cocok dengan fakta yang
> saya miliki, diam kalau memang tak sanggup masuk ke
> dalam diskusi mereka (seperti diskusi soal tanah
> gambut antara Yap dan mbah Soel), mencoba menegur
> kalau ada posting yang OOT.
mBin:
wis jamane gratisan, je....
> > Dengan mencantumkan identitas saya secara jelas,
> > saya berusaha sedapat
> > mungkin menghindarkan fitnah. Apa yang saya tulis
> > adalah apa yang sudah menjadi _public domain_.
>
> Gigih :
> Anda pemberani. Saya kagum. Hikam pasti tak akan
> memecat Anda. Anda adalah asset bagi BPPT. Jangan
> ikut-ikutan penakut seperti saya.
mBin:
saya cuman ingin tanya sama om wam ini,
munginkah pencantuman nama sebenarnya ini
juga semacam iklan diri ?
> > WAM:
> > Termasuk aktivitas resmi yang berkaitan dengan
> > pekerjaan anda?
> > Saya nggak yakin.
>
> Gigih :
> Saya tak tahu, apa saya akan sedemikian gobloknya
> untuk menggunakan nama samaran untuk menghindari
> hal-hal yang mungkin tak bagus bagi lingkungan saya
> sebagai bagian dari identitas resmi. Kalau itu saya
> lakukan, saya adalah orang goblok. Kalau saudara
> mengharapkan saya menggunakanya untuk aktivitas resmi,
> entah siapa yang goblok kalau begitu.
>
> >
> > WAM:
> > Salah.
> > Anda tetap munafik. Paling tidak, ketika itu
> > berkaitan dengan perut anda.
>
> Gigih :
> Terimakasih. Untuk sekedar nama, dan di milis, saya
> rela munafik. Lebih-lebih kalau yang bilang 'cuma'
> seorang WAM. Beberapa sahabat lebih suka memakai nama
> Gigih meski mereka tahu siapa saya sebenarnya. ya tak
> masalah...
> Masih kurang ?
mBin:
jangan bilang cuman untuk seorang wam, cak !!
beliau ini kondang wani prawira ing jurit,
ora ninggal glanggang acolong playu,
satria lelananging jagad....
temenan.....
> Sugih durung karuwan, sombong didisikno...
mBin
mbah mbih mbuh.....
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Talk to your friends online with Yahoo! Messenger.
http://im.yahoo.com
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!