Sungguh mutiara-mutiara yang berkilau yang keluar dari mulut anj...-maaf-
Mas Pabu. Ternyata beliau sudah sejak jauh2 hari mengantisipasi dan
memperkirakan reaksi2 yg bakal berdatangan. Sungguh visioner beliau ini.
Sebelumnya kita tidak pernah sadar bahwa media ini (internet) mengandung
nilai positif maupun negatif. Karena itu kita harus berterima kasih atas
pencerahan luar biasa yang telah beliau berikan ini.

Hidup Pabu Sacilat !

Ingat2lah pepatah atau mutiara beliau ini:
bersatu kita jujur bercerai kita tetap jujur. 
Bersatu kita rendah hati bercerai ya tetap rendah hati.
Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh.
bersatu kita menuju kebenaran bercerai ya tetap menuju kebenaran (walau
sukar untuk menuju kebenaran sejati).

-----Original Message-----
From: pabu sacilat [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Tuesday, February 15, 2000 9:26 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [Kuli Tinta] Gigih


semuanya bener dan bener sekali. Yang nggak bener itu yang si WAM itu
sendiri. Wong Bapak saya nggak tahu apa-apa tentang pabusacilat kok diikut
sertakan, disangkut pautkan dengan nama seperti ini. Bagaimana kalau ada
orang yang bertindak sama kepada WAM. Misalnya ngatai istri WAM sebagai
ngotwe. Khan repot juga. Hayo marah lagi.

Saya tetap bertanggunmg jawab terhadap ide, gagasan dan ungkapan saya. Wong
hanya di internet saja kok. Tetapi kalau ternyata nama samaran ini menjadi
topik minggu ini, dan ternyata memang demikian, saya akan menggantinya
dengan yang lebih elegan dan sopan menurut ukuran si WAM itu. Wong dia
sendiri juga sering berpendapat yang tidak sopan kok. Ini khan cerminan
kadar demokrasi ala indonesia yang tertatih-tatih itu.

Pabu sacilat tetap berterima kasih kepada rekan-rekan, saudara-saudara yang
telah secara tidak langsung membela saya. Pabu sacilat memang  anjing
bajingan. Dan itu semua disadari oleh pabusacilat. Akan tetapi kita harus
menyadari bahwa tidak setiap manusia itu humanis. Banyak yang anjing
bajingan seperti si Pabusacilat itu. Tidak bertanggung jawab, menyembunyikan
identitasnya, pecundang, munafik, provokator, politikus kampungan, dan
seterusnya.

Pabusacilat ingin memberikan oto kritik kepada diri kita masing-masing.
Apakah kita juga dapat dikategorikan seperti di atas itu. Kejujuran untuk
melihat diri kita sendiri alias instropeksi diri, tidak hanya monopoli
miliknya Meneer Van Danoe (Mantan Menhub zamannya Suharto). 

Ide saya mengenai PAN dan Si Amin itu sebenarnya untuk oto kritik bagi diri
kita sendiri. Kita kadang kala mengungkapkan bahwa diri kita adalah
demokratis. Tetapi di balik itu ada kepentingan yang tersembunyi yang pada
initinya sifatnya busuk. Demokrasi hanya dipergunakan dan berlaku bagi
kelompoknya sendiri. Tetapi bagi kelompok lain nanti dulu. Demokrasi hanya
dipergunakan untuk justifikasi atas tindakannya sendiri. Tetapi bagi
tindakan orang lain engko disik. Sopan santun hanya dikukur dari dirinya
sendiri, sementara untuk orang lain monggo kerso. Kebenaran hanya diukur
berdasarkan penilaian berdasarkan ideologinya sendiri, sementara kebenaran
yang diaungkapkan oleh orang lain dianggap menimpang dari ideologi, bahkan
mungkin agamanya sendiri. 

Jadi Pabusacilat mempergunakan posting ini, semata-mata merupakan bentuk
protes baik pada diri sendiri maupun khayalak ramai yang menganggap dirinya
serba paling. Paling demokratis, paling berbudi luhur, paling beretika
tinggi, Paling bermoral, paling benar.

Kalau kita menyadari bahwa seluruh fenomena yang ada di jagad ini sifatnya
relatif, maka segala sesuatu yang menyebutkan PALING pada hakikatnya adalah
melanggar kodrat alam semesta. 

Mas WAM tahu nggak kalau yang namanya pendapat atau teori atau iptek
(termasuk BBPT) bukan merupakan institusi atau sesuatu yang paling berhak
untuk menilai kebenaran dan hakikat hidup.

Kuli tinta sebagai media komunikasi, diskusi, debat eyel-eyelan, sebenarnya
khan merupakan sarana untuk mencari kebenaran melalui curah pendapat. Nah
kalau dalam rangka mencari kebenaran tersebut ternyata budakn gagasan atau
ide yang direspon, melainkan nama atau sifat dari seseorang, apa bedanya
kita dengan orede baru. Apa bedanya kita dengan Pabusacilat itu. Apa bedanya
kita dengan orang-orang zaman phitecan tropus paleo javanicus alias zaman
purba kala yang belum mempunyai peradaban.

Saya sengaja menyampaikan uneg-uneg panjang lebar semacam ini, sebenarnya
untuk membuka kesadaran kita, bahwa media ini (internet) mengandung nilai
positif maupun negatif.

Saya sengaja mempergunakan posting dengan nama samaran PABU SAJILAT alias
anjing bajingan, sebenarnya bertujuan untuk memancing respon dari
saudara-saudara semua. Adakah diantara kita yang serta-merta langsung
menanggapi seperti si WAM itu. Ataukah lebih bijaksana lagi tanpa melihat
dan mengartikan sebuah nama.

Lain daripada itu, saya mempergunakan nama samarean ini juga ingin
mengetahui secara jujur, siapa saja yang dalam diskusi mempergunakan nama
asli dan alamat lengkap. Kalau ada siapa sajakah itu.

sekali lagi: 
bersatu kita jujur bercerai kita tetap jujur. 
Bersatu kita rendah hati bercerai ya tetap rendah hati.
Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh.
bersatu kita menuju kebenaran bercerai ya tetap menuju kebenaran (walau
sukar untuk menuju kebenaran sejati).




- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke