--- hestu ciptohandoyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Saya tidak akan mempersoalkan nama yang anda pakai untuk
> berinteraksi di kuli tinta ini. tetapi yang saya permasalahkan
> adalah posting anda yang naga-naganya membela kaum nasrani (padahal
> adan sendiri menyatakan secara "terbuka" sebagai islam abangan).
Anda ini diprovokasi sama Ferli kok mau saja. Kalau membela apa
salahnya ? Apa yang salah dengan tulisan Pabu itu ?
>
> Saya mempunyai kesan anda membela kaum nasrani. Secara pribadi saya
> mengucapkan terima kasih. tetapi perlu anda ketahui di dalam ajaran
> iman yang saya ikuti selama ini (saya katolik) ditegaskan bahwa
> "Jikalau kamu memberikan sedekah kepada sesamamu, maka tangan kiri
> kamu janganlah sampai mengetahui apa yang diperbuat oleh tangan
> kanan kamu".
Ah itu khan hanya kesan anda saja. Anda ini mau memuji diri sendiri,
atau agama Katolik ?
> Saya sangat setuju dengan pendapat yang dikemukakan oleh Mas Ferli.
> Bahwa dengan langkah anda yang terkesan membela kaum nasrani tidak
> menjadikan kaum nasrani bangga. Karena bagi kaum nasrani kebanggaan
> tersebut sifatnya sangat duniawi.
Ferli pujianmu pada Hestu ada hasilnya nih. Tuh Hestu ngebela kamu
sekarang, sambil nepuk dadanya sendiri.
> Kebanggaan kaum nasrani adalah jikalau ia dapat melayani sesama,
> mencintai sesama. Seperti yang diajarkan oleh Yesus Sang Anak
> Manusia : "Berbahagialah engkau yang membukakan pintu ketika aku
> mengetuk, karena merekalah yang akan memperoleh kerajaan surga".
>
> "Berbahagialah engkau yang menolong sesamamu yang hina dina, karena
> engkalah yang mengenal kerajaan Allah".
>
> "Berbahagialah engkau yang rendah hati, karena dari situlah engkau
> akan ditinggikan"
>
Ini promosi atau perasaan bangga yang tersembunyi karena dibela Pabu
?
> Olahan tersebut sangat tergantung dari si pengolah yang pada
> intinya didasarkan pada :
> 1. apresiasi terhadap mutiara itu sendiri.
> 2. kerendahan hati dan ketajaman budi.
> 3. Kemampuan olah pikir dan olah emosi (seperti yang anda sampaikan
> dalam kecerdasan emosional).
>
> Dalam menyampaikan gagasan anda di kulitinta ini, anda belum
> menerapkan ketiga persyaratan tersebut di atas. Hal ini disebabkan
> anda hanya mengemukakan berbagai kegalauan hati dan kecemasan
> emosi. Anda tidak memberikan solusi mengenai persoalan-persoalan
> yang sedang dihadapi oleh republik ini.
>
> Oleh sebab itu agar mutiara-mutiara (sayapun merasa tercerahkan
> oleh gagasan anda) yang anda sampaikan tambah berharga dan
> bermanfaat, maka untuk waktu-waktu yang akan datang berilah
> alternatif solusi pada persoalan yang anda sampaikan tersebut.
>
> Ini semua perlu dilakukan agar tidak terjadi perdebatan yang
> lucu-lucu dan vulgar di dalam kuli tinta yang sama-sama kita cintai
> ini. Dan pada akhirnya komunitas yang ada di kuli tinta ini semakin
> banyak tidak berkurang seperti kecenderungan sekarang yang mulai
> melepaskan diri satu persatu gara-gara terjadi diskusi dan debat
> yang vlgar tersebut.
>
> Saya juga mempergunakan e-mail gratisan. Dan sayapun pernah di
> kritik oleh teman tercinta saya Mas Ladrang Cumanthoko. Tetapi pada
> waktu itu saya mengajukan berbagai argumentasi - walaupun terkesan
> hanya sebagai argumentasi pembenar atas tindakan saya sendiri.
>
> Oleh sebab itu marilah kita mempergunakan fasilitas yang ada dengan
> baik, dan jangan disalah gunakan. Sehingga walaupun gratis kita
> tetap mempergunakan fasilitas tersebut sesuai dengan
> peruntukkannya.
Nambah ruwet saja posting ini.
>
> Salam merdeka menuju Indonesia baru.
> --
>
> On Thu, 17 Feb 2000 13:38:33 pabu sacilat wrote:
> >Sungguh saya menjadi menyesal setelah saya membaca postingnya mas
> Ferli.
> >
> >Berdasarkan postingnya Mas Ferli saya menjadi tersadarkan bahwa
> apa yang saya kemukakan di posting terdahulu yang menyertai
> penampilan Si Pabusacilat telah menjadi menjadi masalah dan justru
> tidak menyelesaikan masalah yang sekarang dihadapo ileh bangsa ini.
> >
> >Saya mohon maaf, karena saya telah dibutakan oleh konsep mayoritas
> dan minoritas, khususnya dalam persoalan keadilan. Untuk itulah
> untuk menghapus kesalahan ini saya menyatakan bahwa Posting saya
> terdahulu dianggap tidak pernah ada, karena merupakan posting yang
> bernada pembusukan.
> >
> >Saya tidak akan mengulangi posting-posting serupa dimasa yang akan
> datang.
> >
> >Mas Ferli....
> >anda telah memberikan butiran mutiara yang sangat berharga kepada
> saya. Anda telah membuka wawasan kebangsaan saya, dan anda telah
> menyadarkan saya tentang pandangan-pandangan saya.
> >
> >Posting yang anda sampaikan sungguh sangat berharga bagi
> perkembangan intelektualitas saya dan emosi saya. Memang saya
> menyadari bahwa posting yang saya sampaikan terdahulu, semata-mata
> hanya untuk meng-counter posting yang disampaikan oleh Mas WAM yang
> bernada sektarian. Ini hanyalah penilaian saya yang mungkin saja
> salah.
> >
> >Dengan adanya posting seperti yang disampaikan oleh Mas WAM
> tersebut, saya memjadi terpacu untuk mencoba melakukan oto kritik
> terhadap keimanan kita (yang muslim itu). Saya salut kepada
> rekan-rekan yang telah Mas Ferli sebutkan seperti Mas Martin, Mas
> Hestu, Mas Yap, Mbah Soel tak terkecuali Mas Ferli sendiri.
> >
> >Mereka-mereka ini telah memberikan wawasan yang jujur dan tidak
> berpihak. Dan inilah yang perlu selalu diupayakan agar kita
> memperoleh wawasan yang lebih luas dalam rangka membangun indonesia
> baru.
> >
> >Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih dan mohon maaf
> sebesar-besarnya kepada teman-teman yang telah terusik rasa
> keimanannya sebagai akibat posting saya yang vulgar tersebut.
> >
> >Hormat dan sayang saya
> >PABUSACILAT
> >masih tetap dengan e-mail gratisan.
> >--
> >
> >On Thu, 17 Feb 2000 08:35:29 Ferli Iskandar wrote:
> >>Met jumpa lagi Mas Marto Ember,
> >>
> >>Mbales ni ye ... hehehe ...
> >>Orang lagi ngelawak koq dibilang marah2 ... ayo dong, yg orisinil
> dong ...
> >>hehehe
> >>
> >>Lho, koq pergi lagi? Cepet amat ...
> >>
> >>-----Original Message-----
> >>From: Marto Blantik [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
> >>Sent: Wednesday, February 16, 2000 8:10 PM
> >>To: [EMAIL PROTECTED]
> >>Subject: Re: [Kuli Tinta] Mari ketawa untuk posting nggak mutu
> kayak
> >>gini
> >>
> >>
> >>Waduh anda kok marah-marah begitu. Come on!!! Baru saja dibilang
> sama che
> >>kemarin, ' jaga perasaan umat Islam', ternyata sekarang
> >>muncul disini. Santai saja euuy, itu semua khan hanya
> interpretasi. Dan
> >>sekarang interpretasi anda sedang diuji lho. Kalau enggak
> >>kuat ya bisa emosi. Sudah ah aku enggak mau ikutan sampai disini
> saja.
> >>
> >>> > From: Ferli Iskandar <[EMAIL PROTECTED]>
> >>> > Subject: [Kuli Tinta] Mari ketawa untuk posting
> >>> > nggak mutu kayak gini
> >>> >
> >>> > Ketawa tapi serius yah. Maksudnya harus habis2an
> >>> > ketawanya ;).
> >>> >
> >>> > Gini. Tadinya saya pikir ketegangan di milis ini
> >>> > bersumber dari kecurigaan
> >>> > antar muslim dan nasrani, tapi sekarang saya
> >>> > meragukan ini.
> >>> >
> >>> > Mereka yg perspektif nasrani-nya kental spt Bung
> >>> > Martin, atau Bung Hestu,
> >>> > atau Bung Jan Mamarimbing, cenderung punya
> >>> > penilaian2 yg adil dan jujur
> >>> > terhadap kaum muslim. Salah paham sedikit tidak
> >>> > mengapa, tapi saya sungguh
> >>> > menghargai itikad baik yg tampak dalam posting2
> >>> > mereka.
> >>> >
> >>> > Tapi ada posting2 dari mereka yg identitasnya tidak
> >>> > jelas yg vulgar dan
> >>> > memojokkan kaum muslim. Tadinya saya pikir mereka
> >>> > adalah kaum nasrani, tapi
> >>> > ternyata rata2 mengaku sbg 'Islam abangan'. Saya
> >>> > sendiri adalah 'Islam
> >>> > abangan' dlm arti sholat saya masih jarang2, puasa
> >>> > romadlon satu dua hari
>
=== message truncated ===
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Talk to your friends online with Yahoo! Messenger.
http://im.yahoo.com
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!