demikianlah nasib sebuah milis terbuka, adakalanya terbuka dengan segala permasalahan obyektifnya, adakalanya keseruduk dengan masalah subyektivitasnya, dan layak saja beberapa orang bangkit untuk meneriakkan, status dan keberadaannya.... - hestu ciptohandoyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Saya baru tahu bahwa di kuli tinta ini muncul seseorang yang mengatas > namakan dirinya sang Pabusacilat. Alih-alih dari kemunculan tersebut > bak gelombang samudra yang menghempaskan apa saja yang ada > dihadapannya. > Saya tidak akan mempersoalkan nama yang anda pakai untuk berinteraksi > di kuli tinta ini. tetapi yang saya permasalahkan adalah posting anda > yang naga-naganya membela kaum nasrani (padahal adan sendiri > menyatakan secara "terbuka" sebagai islam abangan). justru beberapa orang menggunakan nama itu untuk dipermasalahkan, dan seringkali menafikan obyek yang ditulisnya... dan anda kebetulan menanggapi penyikapan terhadap obyek postingnya.. > Posting yang anda sampaikan semata-mata adalah untuk meng-counter > postingnya Mas Wisnu. Menurut saya Posting yang disampaikan oleh mas > Wisnu itu bersifat jujur dan terbuka. Anda boleh saja meng-counter > posting tersebu berdasarkan persepsi anda. tetapi bagi saya counter > yang anda sampaikan memang terkesan berpihak. Padahal selama ini kuli > tinta justru lebih menampilkan kajian-kajian yang akurat ilmiah dan > konseptual. rupanya mas wisnu cukup banyak penggemar juga, dengan posting wisnu yang jujur dan terbuka,.... boleh nanya yang jujur dan terbuka itu penyampaiannya, atawa isinya ? kalau seseorang menulis A tetapi sebenarnya maunya B, bagaimana.. apakah boleh dikatakan jujur dan terbuka jika saya katakan bahwa sebenarnya saya sangat mendukung pembantaian kaum beragama di indonesia... dan itu saya tuliskan dengan tanpa sembunyi-sembunyi... pantaskah saya mendapat penghargaan karena itru ? saya persepsikan, bahwa bung hestu ini menganggap tulisan wam obyektif, sedangkan tulisan pabu hanya perseptif... jadi ada yang musti dibereskan dengan si pabu ini.... > Saya mempunyai kesan anda membela kaum nasrani. Secara pribadi saya > mengucapkan terima kasih. tetapi perlu anda ketahui di dalam ajaran > iman yang saya ikuti selama ini (saya katolik) ditegaskan bahwa > "Jikalau kamu memberikan sedekah kepada sesamamu, maka tangan kiri > kamu janganlah sampai mengetahui apa yang diperbuat oleh tangan kanan > kamu". saya bingung mempersepsikan tulisan di atas... secara pribadi mengucapkan terima kasih, karena apa ? tetapi anda mengharapkan kalau mau bantu ya lewat tangan belakang saja, supaya jangan ada yang tahu.... jadi inilah sikap kristiani yang anda agungkan itu ? jangan-jangan anda cuma takut bahwa pembelaan si pabu akan membuat musuh nasrani semakin membabi buta, dan anda kena muntahannya ? apakah dengan demikian anda menganggap si pabu ini provokator tulen ? saya susah membedakan apakah tulisan tersebut jumawa atawa penuh ketakutan !!! > Dengan demikian kalaupun sedekah ataupun bantuan seperti yang > dilakukan oleh para misionaris dan umat katolik itu tetap dicurigai - > seperti yang anda sinyalir tersebut - pada hakikatnya bagi ajaran > iman tidak menjadi persoalan. Toh ini merupakan refleksi dari ajaran > iman yang telah saya sebutkan di atas. mana yang dicurigai, mana yang disinyalir, mana yang disembunyikan, mana yang direfeksikan, dan mana yang sesuai ajaran ? > Saya sangat setuju dengan pendapat yang dikemukakan oleh Mas Ferli. > Bahwa dengan langkah anda yang terkesan membela kaum nasrani tidak > menjadikan kaum nasrani bangga. Karena bagi kaum nasrani kebanggaan > tersebut sifatnya sangat duniawi. apakah tujuan si pabu membuat nasrani bangga ? oh ya malahan membuat kaum nasrani takut ? soal duniawi atawa akhirati, kan urusan dia sendiri, dan bukan urusan anda, bukan ? > Kebanggaan kaum nasrani adalah jikalau ia dapat melayani sesama, > mencintai sesama. Seperti yang diajarkan oleh Yesus Sang Anak Manusia > : "Berbahagialah engkau yang membukakan pintu ketika aku mengetuk, > karena merekalah yang akan memperoleh kerajaan surga". > "Berbahagialah engkau yang menolong sesamamu yang hina dina, karena > engkalah yang mengenal kerajaan Allah". > "Berbahagialah engkau yang rendah hati, karena dari situlah engkau > akan ditinggikan" bolehkah 'berbahagialah' tersbut dilaksanakan secara terpisah ? bagaimana jika seseorang hanya mampu berbuat dalam satu perkara ? anda sebut juga tentang 'kebanggaan kristiani'... > Dari posting yang anda sampaikan selama ini, memang ada butir-butir > mutiara yang mampu mencerahkan kita semua. tetapi alangkah bernilai > jika mutiara-mutiara tersebut di oleh lagi menjadi perhiasan yang > sangat bernilai harganya. > Olahan tersebut sangat tergantung dari si pengolah yang pada intinya > didasarkan pada : > 1. apresiasi terhadap mutiara itu sendiri. > 2. kerendahan hati dan ketajaman budi. > 3. Kemampuan olah pikir dan olah emosi (seperti yang anda sampaikan > dalam kecerdasan emosional). > > Dalam menyampaikan gagasan anda di kulitinta ini, anda belum > menerapkan ketiga persyaratan tersebut di atas. Hal ini disebabkan > anda hanya mengemukakan berbagai kegalauan hati dan kecemasan emosi. > Anda tidak memberikan solusi mengenai persoalan-persoalan yang sedang > dihadapi oleh republik ini. siapa yang anda sebutkan itu ? sementara itu dulu, berhubung postingnya cukup panjang .... salam, mBin ---- __________________________________________________ Do You Yahoo!? Talk to your friends online with Yahoo! Messenger. http://im.yahoo.com - Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com -- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
