----- Original Message -----
From: Wisnu Ali Martono <[EMAIL PROTECTED]>
To: Kuli Tinta <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 18 February 2000 10:22
Subject: Re: [Kuli Tinta] surat terbuka untuk Sang Pabusacilat.


On Fri, 18 Feb 2000, [iso-8859-1] �� wrote:

> He... he... Yogya kan terkenal dengan plesetannya, ikutan ah...

> Ngotwe itu kalau dalam bahasa Jawa (ngoko) artinya kata ganti
> orang kedua
> atau kamu.

> Bisa juga esuk ngotwe nyambut gawe....

WAM:
Anda tidak jujur, sangat tidak jujur!
Atau anda tidak tahu bahasa prokem gaya Yogya?
Bagaimana mungkin anda bilang Ngotwe itu sama dengan _kowe_?
Saya jawab saja (mohon maaf bagi yang tidak tahu, dan saya tidak
sedang
mengumpat di sini!), kata itu berarti _pelacur_.

Sdr WAM,

Perhatikan kalimat saya kata per kata. Jangan encoding  Sdr
dipengaruhi oleh persepsi negatif Sdr sehingga pesan yang sdr
terima berbeda dengan pesan yang dikirim.

Saya copy sekali lagi untuk dibaca kata per kata:

> He... he... Yogya kan terkenal dengan plesetannya, ikutan ah...
(ada kata PLESETAN disitu dan bukan WALIKAN!. Plesetan itu berbeda
dengan Walikan Bung!)

> Ngotwe itu kalau dalam bahasa Jawa (ngoko) artinya kata ganti
> orang kedua
> atau kamu.

> Bisa juga esuk ngotwe nyambut gawe....  (ini plesetan esuk sore
nyambut gawe)


Lihat pesan apa yang ingin saya sampaikan.

Bahkan ada bagian posting yang dipotong Sdr padahal disana saya
dengan baik ingin mengalihkan pembicaraan mengenai hal itu ke
pembentukan milis baru agar pembicaraan mengenai topik itu di
milis ini dihentikan.  Saya copy sekali lagi bagian yang Sdr hapus
agar netters milis ini semakin lengkap menilai:

"Begini saja, kalau mau bermain dengan istilah semacam itu dibuat
saja milis untuk itu untuk menampung kreativitas para anggota
milis ini yang berminat. Agar paling sedikit orang tidak memiliki
konotasi negatif mengenai bahasa itu hanya karena kosa kata  pabu,
sacilat, ngotwe. Atau, apa karena hal yang negatif selalu mudah
diingat ya? Lesgi Dab? Dab Gamblis atau Mas Edi (Dab Peni)  yang
kreatif tentunya tidak berkeberatan.

Bagaimanapun juga bahasa Yogya itu masih lebih cerdas dibanding
bahasa gaul yang sedang berkembang di Jakarta.

Thibdhu SeHeHeGe poya lesgi pugotho ngati dinyiy "

Saya sebenarnya ingin mengikuti falsafah Bung Yap "pergauilah the
responsible adult dengan akhlak yang baik" dan ingin mengikuti
saran Bung Ridwan untuk mendelete namun saya belum bisa karena
ternyata sdr WAM di milis ini mempunyai masalah dalam encoding dan
reading skill.

Atau, baiklah kalau begitu, saya langsung setting up the massage
rule agar server postmaser langsung mendeletenya. Gampang kan,
nggak usah refot........  untuk membersihkan milis ini dari
orang-orang yang moralitasnya diragukan! (Kecuali kalau bung
Martin mempunyai pikiran lain...��)




- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke