He... he... Yogya kan terkenal dengan plesetannya, ikutan ah...
Ngotwe itu kalau dalam bahasa Jawa (ngoko) artinya kata ganti
orang kedua
atau kamu.
Bisa juga esuk ngotwe nyambut gawe....
Begini saja, kalau mau bermain dengan istilah semacam itu dibuat
saja milis untuk itu untuk menampung kreativitas para anggota
milis ini yang berminat. Agar paling sedikit orang tidak memiliki
konotasi negatif mengenai bahasa itu hanya karena kosa kata pabu,
sacilat, ngotwe. Atau, apa karena hal yang negatif selalu mudah
diingat ya? Lesgi Dab? Dab Gamblis atau Mas Edi (Dab Peni) yang
kreatif tentunya tidak berkeberatan.
Bagaimanapun juga bahasa Yogya itu masih lebih cerdas dibanding
bahasa gaul yang sedang berkembang di Jakarta.
Thibdhu SeHeHeGe poya lesgi pugotho ngati dinyiy .
��
----- Original Message -----
From: edi purwono <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 17 February 2000 15:58
Subject: Re: [Kuli Tinta] surat terbuka untuk Sang Pabusacilat.
Hestu sudah kemakan gertakannya Ferli, dan manut sama gigih untuk
segera
bilang, kalau 'kaumnya tidak menikmati pembelaan pabu dan segenap
karibnya'.
Seperti Ferli bilang 'ayo, kamu senyam-senyum ya. Ada yang membela
kamu,
yang Islam, dan mengambil keuntungan, ya'. Dan Hestu lalu
cepat-cepat bikin
klarifikasi. Padahal, buat Pabu, bahkan 'ngotwe' sekalipun, kalau
cara
orang-orang berkelakuan jeblok ketika menanganinya, Pabu saya
pastikan akan
menggeram. Bukan 'demi Ngotwe'-nya semata, tetapi adalah 'cara
yang dipakai
oleh kelompok tertentu' itulah.
Tapi, ngomong-ngomong, 'ngotwe' itu apa?
Masih ada perbendaharaan lainnya?
Seneng juga
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!