----- Original Message -----
From: aswat <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, April 12, 2000 9:53 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] guru!
Mbah Soel,
Coba mBah, S1 cumlaude demikian pula dengan S2, juga nama sudah
terkenal di
koran karena tulisan-tulisannya, namun ketika S3 mengambil karya orang
lain.
Yang repot mBah, mereka yang berhasil melakukan praktek seperti itu,
meskipun
akhirnya ketahuan, dibimbing oleh profesor terkenal yang telah menjadi
public figure.
Ada masalah apa sebenarnya mBah?
----------------------
mBS:
Lha iya.
Guru itu benar-benar terhormat kan seharusnya. Kalau tidak
nggak akan makhluk khayalan yang bernama Manikmaya
itu diberi gelar Batara Guru. Sang Jagad Giri Nata, makhluk
khayalan yang dibayangkan menguasai jagad manusia bertahta
di Indrakila karena ke-guru-annya?
Tapi harap diingat Mas, dewa yang satu ini juga menyimpan
segala sifat jelek manusiawi. Dia yang dengan nafsunya menciptakan
Sang Kala yang siap selalu memangsa insan-insan pilihan. Dia juga
yang dengan nafsunya akan kewanitaan, melahirkan Hanoman (untung
diledhek oleh Narada.. manusia ndangak yang keturutan jadi dewa,
karena menang taruhan dengan Dewa Guru ini, sehingga semua
dewa jadi punya anak MONYET.... hahahaaa)
Jadi kupikir, masalahnya terletak kepada hilangnya sifat-sifat guru
yang baik itu. Yang muncul adalah GURU yang sedang membawa
sifat "umuk" dupeh sudah menang taruhan dengan saudara-saudara
tuanya, si kulit dan putihan telor-jagad (togog dan semar). Al hasil,
si guru jadi bertangan 4 suatu cacat tak terobati, lambang
keserakahan.
Tengkuknya "supak" atau belang, sehingga walaupun berlengan 4 dia
tak mampu dan tak mau meraba tengkuk sendiri (hahaa). Dia juga
kena walat berkaki "apus" kaya kena polio, maknanya dia tidak berkuasa
yang sebenarnya, melainkan hanya sebutannya saja jagad-girinata yang
masih takluk kepada para durga, lambang sensuality and greetness....
ah.. malah nggak nyambung... ntar ah aku mo nulis cerita dagelan
buat "wojoseto" dalam hari-hari mendatang... tentang Btr. Guru ini.
intinya, guru yang harusnya menyampaikan dan menggali ilmu, malah
kena labrak si ilmu itu sendiri..... hahaha..
(mas, ngomong-2 dulu mas marto ember blantik kan pernah bilang,
bahwa karena sekarang ini gelar-gelar ningrat sudah nggak laku,
yang laku gelar-gelar akademik, gelar-2 ke agamaan, maka yaaa
orang berlomba-lomba cari gelaran-2 itu. ada yang dapat insinyur,
master, mm, mba, doktor, haji, ustadz, laksamana lasykar, jundy
de-el-el.... fahamlah.... :-})
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!