We ladalah, prejudice juga ente bung WAM!
Ane cuma mau ngomong apa nyang ane mau ngomong. Bahwa itu sama atawa tidak
sama dengan ente punya ide, bukan urusan ane. Ngomong disini kan bukan cari
sensasi untuk sekedar tampil beda.
Eh, ane kagak yakin juga ente serius, mungkin canda ya?
Ya terima kasih candanya. Ane juga mencet keyboard juga sembari cengar
cengir.
Salam canda aja deh...
Itu sesi candanya. Sesi seriusnya ada dua:
1. Dari Bang Akbar, hari ini dia setuju dan mendukung penuh tuntutan demo
para guru untuk naik gaji.
Ini kan contoh manusia telmi. Orang dia juga yang berbulan bulan menggodok
anggaran negara, termasuk usulan kenaikan gaji, lha kok sekarang bisa
bisanya ngomong mendukung tuntutan kenaikan gaji guru, yang notabene adalah
memprotes keputusannya menyetujui usulan Pemerintah. Lha kok nggak kepikir
dari dulu?????
2. Dari Bung Yahya Muhaimin (Mendiknas), yang kebakaran jenggot ngusul
kenaikan gaji guru 200% dalam sidang kabinet hari ini. Lho kok bisanya baru
ingat dan sadar hari ini, setelah PGRI menghasut guru untuk demo besar
besaran. Dulunya ngapain aja jebolan Amrik ini? Telmi lagi. Mendingan itu
Ketua PGRI yang suruh jadi Mendiknas.
Ini baru 2 contoh betapa telminya para pahlawan kesiangan ini. Pandainya
cuma cari muka dan buang badan.
Kalau untuk manusia macam begini negara harus bayar puluhan juta per bulan,
kapan negara mau maju?
yap
Success is neither magical nor mysterious.
Success is the natural consequence of consistently applying basic
fundamentals.
----- Original Message -----
From: Wisnu Ali Martono <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, 12 April 2000 11:27 WIB
Subject: Re: [Kuli Tinta] guru!
> On Wed, 12 Apr 2000, Yap wrote:
>
> > Ya betul, kalau bangsa ini mau bangkit dari krisis, anggaran biaya
sektor
> > pendidikan harus ditingkatkan. Kurangi sektor lainnya. Kita prihatin
dulu
> > barang 10-20 tahun, agar anak cucu kelak mampu bersaing dikelas dunia.
> > Dan diantara anggaran biaya yang besar itu sebaiknya diberikan untuk
gaji
> > guru dan dosen, agar mereka lebih serius mengajar, dan selalu up date
> > ilmunya.
>
> WAM:
> Tukang keplok juga rupanya Bung Yap ini.
> Mbok jangan mendukung kalau ada orang protes.
> Silahkan dikuyo-kuyo kalau ada yang protes.
> Biar nggak dibilangi tukang keplok.
> Logika miring.
>
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!