weleh,
kok tumben-tumbennyaaaa... koh yap ngelawak begini.
kan bang akbar waktu di DPR menggodok kebijakan
perlemen menjastifikasi usulan pemerintah dan sebagainya
itu kan akbar sebagai ketua p-golkar.... lha soal akbar
mendukung demo para guru itu yaaa sebut saja akbar
sedang lepas baju DPR ... gitu lho... hahaa.... apa kubilang,
sekarang ini benar benar NKRI, negara kethoprak reformated
indonesia.... geeeeee.
soal mendiknas... ati-ati.. barusan aku terima e-mel dari
seberang sana di kiel (deutch), beliau sedang mau kesana
dalam rangka kerjasama pendidikan berbahasa inggris
dengan jerman lho. waduuuh... temen-temen gue bolehnya
muji itu mentri, wuuik setinggi kutub utara (kan cuma melihat
atlas 2-dimensi.. mana ada langitnya?).... jadi bener kan,
banyak pahlawan tanpa jasa yang ngeramein masalah...
hahaha.... uaaaku kok?
salam,
soel
-----
----- Original Message -----
From: Yap <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, April 12, 2000 9:45 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] guru!
We ladalah, prejudice juga ente bung WAM!
Ane cuma mau ngomong apa nyang ane mau ngomong. Bahwa itu sama atawa
tidak
sama dengan ente punya ide, bukan urusan ane. Ngomong disini kan bukan
cari
sensasi untuk sekedar tampil beda.
Eh, ane kagak yakin juga ente serius, mungkin canda ya?
Ya terima kasih candanya. Ane juga mencet keyboard juga sembari cengar
cengir.
Salam canda aja deh...
Itu sesi candanya. Sesi seriusnya ada dua:
1. Dari Bang Akbar, hari ini dia setuju dan mendukung penuh tuntutan
demo
para guru untuk naik gaji.
Ini kan contoh manusia telmi. Orang dia juga yang berbulan bulan
menggodok
anggaran negara, termasuk usulan kenaikan gaji, lha kok sekarang bisa
bisanya ngomong mendukung tuntutan kenaikan gaji guru, yang notabene
adalah
memprotes keputusannya menyetujui usulan Pemerintah. Lha kok nggak
kepikir
dari dulu?????
2. Dari Bung Yahya Muhaimin (Mendiknas), yang kebakaran jenggot ngusul
kenaikan gaji guru 200% dalam sidang kabinet hari ini. Lho kok bisanya
baru
ingat dan sadar hari ini, setelah PGRI menghasut guru untuk demo besar
besaran. Dulunya ngapain aja jebolan Amrik ini? Telmi lagi. Mendingan
itu
Ketua PGRI yang suruh jadi Mendiknas.
Ini baru 2 contoh betapa telminya para pahlawan kesiangan ini.
Pandainya
cuma cari muka dan buang badan.
Kalau untuk manusia macam begini negara harus bayar puluhan juta per
bulan,
kapan negara mau maju?
yap
Success is neither magical nor mysterious.
Success is the natural consequence of consistently applying basic
fundamentals.
----- Original Message -----
From: Wisnu Ali Martono <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, 12 April 2000 11:27 WIB
Subject: Re: [Kuli Tinta] guru!
> On Wed, 12 Apr 2000, Yap wrote:
>
> > Ya betul, kalau bangsa ini mau bangkit dari krisis, anggaran biaya
sektor
> > pendidikan harus ditingkatkan. Kurangi sektor lainnya. Kita
prihatin
dulu
> > barang 10-20 tahun, agar anak cucu kelak mampu bersaing dikelas
dunia.
> > Dan diantara anggaran biaya yang besar itu sebaiknya diberikan
untuk
gaji
> > guru dan dosen, agar mereka lebih serius mengajar, dan selalu up
date
> > ilmunya.
>
> WAM:
> Tukang keplok juga rupanya Bung Yap ini.
> Mbok jangan mendukung kalau ada orang protes.
> Silahkan dikuyo-kuyo kalau ada yang protes.
> Biar nggak dibilangi tukang keplok.
> Logika miring.
>
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!