----- Original Message ----- 
From: mBah Soeloyo <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, April 17, 2000 5:43 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Reaksi Berlebihan (Kaneka Putra)


> Kaneka Putra adalah seorang resi (guru) muda anak dari Hyang Kaneka,
> seorang manusia yang diangkat menjadi dewa karena bersahabat dengam
> Nur Cahya dan Nur Rasa, anak-anak Hyang Tunggal.
> 
> Ingin mengikuti sang ayah, Kaneka Putra menutuskan diri meninggalkan
> professi sebagai guru dan bertapa di pantai "awu-awu langit", sebuah
> tempat yang dipercaya sebagai pintu pertemuan "manusia" dan "dewa"
> (dalam wayang khayalan mbah Soelojo kan boleh saja, ngawur!).
> 
> Pengaruh tapanya mengacaukan kahiyangan Mercu-Kunda-Manik, yang
> dijaga oleh Bala Upata dan Cingkara Bala, manusia kalah kedaden yang
> juga diangkat jadi hansip para dewa karena berhasil menyelamatkan
> payung Tunggul Naga, pusaka Kahiyangan. Pintu gerbang gonjang-ganjing
> mau tak mau mengganggu ketenteraman sang Raja Dewa, Batara Guru.
> Akhirnya dia menemui Kaneka Putra, dan bersedia mengangkat Kaneka
> menjadi dewa dengan syarat mampu mengalahkannya berlari di atas air
> tanpa alat bantu.
> 
> Perlombaan berlangsung, dan Kaneka Putra kalah. Sementara itu dia
> heran,
> karena Dewa Guru ini lumpuh, kok bisa berlari. Dari belakang dia
> perhatikan,
> ternyata Dewa Guru beralaskan "daun beringin" yang diinjang pakai ibu
> jari kaki-kirinya yang lumpuh. Berarti dewa Guru curang... maka
> sedikit
> dia ngebut, dan sesampainya di dekat Dewa Guru, dia "cipratkan" air
> laut, sehingga basah. Akibatnya dewa Guru tenggelam dan menjadi kalah.
> 
> Singkat cerita, Kaneka Putra resmi menang dan Dewa Guru harus
> mengangkatnya menjadi dewa. Bukan hanya itu, karena kekalahan Dewa
> Guru adalah karena curang, maka Kedudukan Raja Dewa harus diserahkan
> pula ke Kaneka Putera.
> 
> Apa lacur.. sebagai bekas guru, Kaneka Putra tidak sanggup. Dia merasa
> kerdil, dan kembali menyerahkan jabatan raja yang belum diterimanya
> kepada Dewa Guru yang sudah sadar. Sial pula, karena "kemlinthinya"
> Kaneka Putera ini mendapat "kutukan". Selamanya dia menjadi bertubuh
> pendek gempal dengan kepala selalu mendongak, sesuai dengan cita-cita
> nya yang ingin menjadi DEWA itu. Juga dia mendapat nama baru NARADA.
> 
> oh, narada.... seandainya dulu kamu tetap menjadi guru yang semakin
> bijak.... tentu lebih bermanfaat bagi kawula alit yang semakin bodoh,
> pada jaman itu....
> 
> sampun, pareng... ceritanya terpaksa cuthel.. karena terlihat sekarang
> ini antara narada dan dewa guru sedang "jewer-jeweran"...
> 
> salam,
> 
> soelojo
> --------
> 
> 
> - Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 


- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke