Yang Anda komentar hanya soal "mulut" presiden dibandingkan dengan saya dan
Anda. Tetapi bagaimanapun reaksi dari kelompok Poros Tengah yg notabene di
MPR itu mmg berlebihan. Apakah gagasan seperti ini sudah sedemikian parah
sampai harus melakukan SI MPR dan malah menggusur GD? Bukankah seperti yg
saya katakan, adalah wewenang sepenuhnya MPR u/ mau mencabutnya atau tidak.
Bukan wewenang presiden (GD). Apabila mmg mereka itu tidak setuju dng
gagasan GD, apakah tdk cukup dng melakukan kontra-argumen. Tidak perlu
sampai harus menggelar SI MPR dan menggeser GD "hanya" karena gagasannya
itu. Komentar Anda tdk menyinggung soal yg terakhir ini: bukankah yg berhak
mencabut TAP MPRS itu adalah MPR, mengapa harus minta tanggung jawab pada
presiden?
----- Original Message -----
From: Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Sunday, April 16, 2000 8:35 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Reaksi Berlebihan
> Bung Daniel,
> Kalau kita secara jujur mau main awam, tidak cangih-canggihan main
politik.
> Akankah kita ini berkata bahwa "sekedar gagasan" itu akan sama dampaknya
> pada masyarakat : dari abdullah dan daniel dibanding dari Gus Dur Presiden
> R.I. Akankah itu sama dampaknya pada pasar ? Come, on.....!
>
> Mulut presiden seharusnya tidak sama dengan mulut saya. Mulut presiden
harus
> dijaga benar agar tidak dobol. Maka kita semua , terutama para pimpinan
kita
> yang lain ( pimpinan MPR, DPR, anggota MPR, para cendekiawan) , turut
> bertanggung jawab ngajari presiden yang manusia biasa pula agar sadar akan
> hal itu ( kalau tidak sadar). Presiden tidak boleh kita manjakan agar
tidak
> merasa seperti dewa yang bisa berbuat apa saja. Dia bisa kita seret jatuh
> sampai aspal bila ugal-ugalan, dobol mulut, atau tidak mampu kerja
>
> Wassalam
> Abdullah Hasan.
>
>
> -----Original Message-----
> From: Daniel H.T. <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Sunday, April 16, 2000 12:25 AM
> Subject: [Kuli Tinta] Reaksi Berlebihan
>
>
> Menyimak begitu gencarnya serangan para pakar politik dan politikus,
> termasuk dan terutama para anggota MPR dari kubu Poros Tengah soal gagasan
> Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tentang pencabutan TAP MPRS No.
> XXV/MPRS/1966, saya yang rakyat biasa dan awam politik merasa heran.
> ....del....
>
>
>
> - Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!