Bung Daniel,
Kalau kita secara jujur mau main awam, tidak cangih-canggihan main politik.
Akankah kita ini berkata bahwa "sekedar gagasan" itu akan sama dampaknya
pada masyarakat : dari abdullah dan daniel dibanding dari Gus Dur Presiden
R.I. Akankah itu sama dampaknya pada pasar ? Come, on.....!

Mulut presiden seharusnya tidak sama dengan mulut saya. Mulut presiden harus
dijaga benar agar tidak dobol. Maka kita semua , terutama para pimpinan kita
yang lain ( pimpinan MPR, DPR, anggota MPR, para cendekiawan) , turut
bertanggung jawab ngajari presiden yang manusia biasa pula agar sadar akan
hal itu ( kalau tidak sadar). Presiden tidak boleh kita manjakan agar tidak
merasa seperti dewa yang bisa berbuat apa saja. Dia bisa kita seret jatuh
sampai aspal bila ugal-ugalan, dobol mulut, atau tidak mampu kerja

Wassalam
Abdullah Hasan.


-----Original Message-----
From: Daniel H.T. <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Sunday, April 16, 2000 12:25 AM
Subject: [Kuli Tinta] Reaksi Berlebihan


Menyimak begitu gencarnya serangan para pakar politik dan politikus,
termasuk dan terutama para anggota MPR dari kubu Poros Tengah soal gagasan
Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tentang pencabutan TAP MPRS No.
XXV/MPRS/1966, saya yang rakyat biasa dan awam politik merasa heran.
....del....



- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke