On Wed, 10 May 2000, GIGIH NUSANTARA wrote:
> Ketika media masa Indonesia memuat dugaan kekayaan
> Soeharto yang ditulis Time, jelas-jelas media-media
> tersebut menyebut 'Di Time ditulis begini'. Untuk yang
> seperti ini ya ora nganggo konfirmasi ke Time, dong
> cak... Wong majalahnya juga beredar. Malah kalau
> media-media tadi hanya main comot, akan ketahuan. Dan
> itu bikin malu.
WAM:
Lha terus opo bedane karo JP yang _maen comot_ dari Tempo?
Justru di situ masalahnya. Kalau dulu media massa yang asal comot
dari Time tanpa konfirmasi ke Suhartonya (yang dituduh) tidak
dipermasalahkan, kenapa sekarang JP dipermasalahkan?
Lha itu kan munafik namanya. Menyuruh konfirmasi kalau _korbannya_ bukan
Suharto. Kenapa kita nggak suruh konfirmasi, siapapun yang jadi _korban_.
Atau, tidak usah pura-pura mengikuti norma. Biar saja media massa nulis
sak karepe dewe. Mau Suharto kek, mau Gus Dur et al kek. Itu lebih fair.
Tidak pandang bulu.
> Di kasus JP, lain lagi. Mereka membuat seolah-olah itu
> beritanya sendiri. Belakangan baru ketahuan kalau itu
> mengambil dari Tempo. Ini mengulang kasus JP ketika
> wartawannya seolah-olah melakukan hunting berita
> sendiri, lalu menulis (juga) soal NU. Padahal mereka
> cuma nyomot dari Pos Kota. Dan Pos Kota juga ternyata
> keliru.
WAM:
So what?
Itu sudah lain lagi masalahnya.
Soal JP (awalnya) nggak ngaku itu beritanya dari Tempo, kan nggak ada
urusannya dengan urusan cek dan ricek ke _sasaran berita_. Itu sudah
menyangkut etika menyunting.
> Konfirmasi seperti ini jelas bukan ke Tempo, dong WAM.
> Mestinya ya sama yang digrafiskan itu.
WAM:
Baik. Pertanyaannya, apakah anda juga akan bersuara begitu jika yang
dijadikan bulan-bulanan berita itu Suharto dan para pengikutnya? Sekedar
mencari tahu, apakah anda termasuk hipokrit apa bukan.
> Tapi ndak apa-apa, kok WAM.
WAM:
Memang.
Apalagi sama mbah Gigih.
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!