Jawab dulu dhong batasan itu.
Budaya itu apa sih? Dan budaya Jawa itu bagaimana? Saya
pikir ini perlu diperjelas dulu sebelum semakin banyak
argumentasi dan contoh yang membuat dahi berkerut.
Selanjutnya, bagaimana proses generalisasi yang
menghasilkan kesimpulan patern unik: "Kecenderungan
untuk menghibur diri dan berusaha menutup-nutupi fakta
yang ada adalah khas Jawa"? Apakah di daerah lain,
bangsa lain tidak dijumpai kecenderungan serupa?
Sultan Hamengku Buwono IX menyadari bahwa kekuasaannya
bukan karena wahyu.
Apakah stereotyping sama dengan dominant values?
----- Original Message -----
From: Pramudita Darana <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, May 10, 2000 9:56 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] MAWAS DIRI
Selamat pagi.
Kecenderungan untuk menghibur diri dan berusaha
menutup-nutupi fakta yang ada
adalah khas Jawa. Memang mengibakan. Ada yang salah
tidak segera diperbaiki dan
dikontrol. Masih saja dibela karena dianggap ratu adil.
Selalu memaafkan rajanya
seperti memaafkan kelakuan diri sendiri yang enggak
punya prinsip. Setelah dua
kejadian masih saja tidak mau belajar. Kalau dilihat
kesenangan GD adalah ziarah
kubur barangkali dia menganggap kekuasaannya bukan dari
rakyat tapi dari Wahyu
model Jawa.
> He... he... Jawa... lagi
>
> Batasannya yang jelas dhong....
>
> Orang Metropolitan, meskipun dhangkanya berasal dari
> Wonogiri kalau mudik bilang mau pulang ke Jawa. Orang
> Bandung yang di Jakarta kalau mudik mengatakan pulang
> ke mana ya...? (ke Sunda barangkali? punten....).
>
> Jawa sebagai pulau Jawa, orang Jawa (he... he...).
atau
> suku Jawa (ini lebih he... he.. lagi), atau budaya
> Jawa?
>
> ��
> (Orang Jawa, lahir dan tinggal di bagian pulau Jawa,
> berbudaya Jawa nggak jelas)
>
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta
www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN
SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!