----- Original Message -----
From: Pramudita Darana <[EMAIL PROTECTED]>
del
PD:
Kebudayaan yang baik akan
menghasilkan buah yang baik.
��:
Output budaya itu kelompok, individu, atau lingkungan?
Apakah budaya yang baik itu?
PD:
Kebudayaan yang brengsek
akan menghasilkan sesuatu
yang brengsek. Tidak perlu kita lihat hal-hal yang
abstrak dan ideal.
��:
Apakah Budaya itu tidak abstrak?
Kalau Budaya tidak ideal mengapa bisa teridentifikasi
dan terdefinisikan?
PD:
Lihat saja
kenyataan yang ada sehari-hari. Bila fakta yang ada di
masyarakat brengsek tapi
masih bilang itu baik, itu hanya menghibur diri.
��:
Apakah kenyataan itu? Apakah kenyataan itu
menggambarkan sebuah keberadaan? Tetapi memang benar
sih bahwa yang jelek sering ditutupi agar tidak mloho,
misal masak sih persetubuhan Joko Tingkir tepatnya
perselingkuhannya dengan istri lurah digambarkan dalam
lagu Sigro Milir....... sang gethek si nonggo bajul....
Atau kisah Ki Ageng Pemanahan yang meminum buah kelapa
muda Ki Ageng Giring yang tidak lain menggambarkan
persetubuhan Ki Ageng Pemanahan dengan istri Ki Ageng
Giring. Gobloknya orang Jawa, mengapa tidak dikatakan
bahwa Ki Ageng Pemanahan telah menyetubuhi istri Ki
Ageng Giring.
Bila masyarakat brengsek apakah itu mencerminkan budaya
masyarakat itu? Bila Soeharto yang Jawa itu brengsek
maka apakah kita bisa membuat kesimpulan bahwa budaya
Jawa brengsek? apakah 9 dari 10 orang yang korup adalah
orang Jawa?
Sebelum menjadi Presiden GD sudah sering dan biasa ke
makam untuk berjiarah, padahal dia menyadari betul
keberadaannya bahwa dia tidak mungkin untuk menjadi
Presiden. Sultan Hamengku Buwono IX juga menyadari
bahwa beliau menjadi Sultan bukan karena Belanda atau
wahyu.
Ada pepatah Jawa mengatakan bahwa "ngelmu kuwi entuke
kanti laku". Banyak orang Jawa ke makam bukan untuk
memperoleh wahyu agar menjadi pemimpin namun merupakan
bagian dari upaya untuk selalu ingat kepada leluhur.
Setiap kali ke makam orang tua dengan keluarga saya
selalu mengajak anak-anak saya untuk selalu ingat bahwa
ditempat itu telah terbaring jasad dari pribadi-pribadi
yang telah menghadirkan mereka serta berperan besar
dalam hidup mereka. Eling marang sangkan paraning
dumadi!
Pramudita Panca Darana
Plymouth
=====================
��
Wah sayang perpustakaan saya sedang dibongkar, padahal
saya akan mencari dalam kamus Jawa (termasuk Jawa
Kunonya P.J Zoetmulder) mengenai makna dari Pramudita,
Panca, dan Darana. Seingat saya sih itu kosa kata yang
bisa dijumpai dalam kamus Jawa. Apakah mBah Soel bisa
membantu?
aswat (asli wates, tepatnya Pengasih)
Yogya.
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!