Selamat pagi.

Kecenderungan untuk menghibur diri dan berusaha menutup-nutupi fakta yang ada 
adalah khas Jawa. Memang mengibakan. Ada yang salah tidak segera diperbaiki dan 
dikontrol. Masih saja dibela karena dianggap ratu adil. Selalu memaafkan rajanya 
seperti memaafkan kelakuan diri sendiri yang enggak punya prinsip. Setelah dua 
kejadian masih saja tidak mau belajar. Kalau dilihat kesenangan GD adalah ziarah 
kubur barangkali dia menganggap kekuasaannya bukan dari rakyat tapi dari Wahyu 
model Jawa.
 

> He... he... Jawa... lagi
> 
> Batasannya yang jelas dhong....
> 
> Orang Metropolitan, meskipun dhangkanya berasal dari
> Wonogiri kalau mudik bilang mau pulang ke Jawa. Orang
> Bandung yang di Jakarta kalau mudik mengatakan pulang
> ke mana ya...? (ke Sunda barangkali? punten....).
> 
> Jawa sebagai pulau Jawa, orang Jawa (he... he...). atau
> suku Jawa (ini lebih he... he.. lagi), atau budaya
> Jawa?
> 
> ��
> (Orang Jawa, lahir dan tinggal di bagian pulau Jawa,
> berbudaya Jawa nggak jelas)
> 




- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke