iya ya koh.... bener sampeyan.

lha para pakar hukum saja sulit gitu membereskan masalah
mbah soe (tanpa el), kok kita-kita ini bolehnya kemrungsung
gitu lho. woton nutut-tut, pokok mbah soe di-bui.. eh di buai
di pengadilan... lho?

mbok daripada kemrungsung, dibalik ngebantu para penegak
hukum, gitu k'napa? misalnya mulai merangsek eh.. salah
mulai menekan kepada pihak yang akan diselesaikan. kan
tak hanya mbah soe yang nggondhol masalah. bukankah
dulu banyak yang menggantungkan dan melambungkan nasib-
nya di tangan biouw, atau paling tidak para pangeran dan
sekar kedaton lainnya?

lho kalau nithili yang gini-gini ini kan lebih mengasyikkan. paling
tidak dukungan rakyat awam (termasuk yang dulu menderita,
entah tergusur atau diusir ra-gara tanah dan rumahnya mo
dibikin proyek dengan segala protek yang mega-mega itu) juga 
pasti akan mendukung. 

(contoh kecil lah... di LAPOA sultra, aku pernah kenal dengan 
seorang transmigran asal bumi OSING. beliau ketika bertemu 
dengan orang datang dari jawa, langsung bilang: "mas... nek 
saya mau balik lagi saja ke jawa boleh nggak?" padahal 
pekerjaan yang ku bawa adalah agar membuat mereka kerasan 
dan berkembang di bumi baru. setelah ditanya alasannya:
"lha saya ini dulu nelayan kok disuruh bertanam singkong
dan kedele.. ya nggak urip, mas". ditanya lagi kok sampai
kesini, jawabnya: "lha tambak kami sak kecamatan diborong
tuh... jadi mau-tak mau cabut, mas")

contoh-contoh demikian mungkin lebih efektif hasilnya kalau
dikerahkan membantu penegakan hukum. jadi perbaikan
negara betul-betul mendapat dukungan ri-il dari akar-rumput.
kalau sekarang kan masih model-nya wayang-wayangan.
yang berantem ya para ksatria dan para raseksa saja. 
nggak model ki japra atau cantrik janaloka ikutan protes
ke penguasa, kan? apalagi ada psikologi rakyat yang
kadung sungkan menuntut pemimpin dan bekasnya...
kan mereka ada juga yang berhutang budi dan 
menghormatinya?

(ning ya embuh koh... kalau ontran-ontran masalah soe ini
memang dibangkitkan dan di-usik oleh para mantan penggan-
tung dan pelambung nangsib atau para bandar judi sampeyan
semalem... heheee...)

salam,

soel
------



- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke