----- Original Message -----
From: "yap" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, May 27, 2000 1:28 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Kasus Soeharto: Gambar besar
-----di-busek-----
yang inipun setelah dilakukan juga nampaknya bakal kandas juga.
Contohnya
Bank Bali, Bob Hasan, Texmaco, Goro masih banyaklah. Nampaknya kalau
bertolak dari hukum positip bakal kandas semua, karena 'exit gate' nya
memang telah tersedia.
Pilihan lain untuk mengabaikan hukum positip juga (hampir) nggak
mungkin,
karena sudah terlanjur lantang teriak supremasi hukum. Pertanyaannya
ke bung
Martin: kalau hukum tidak mampu menjamin keadilan, langkah apa yang
perlu
ditempuh bung?
---------->
weleh-weleh... dasar orang ber-ngelmu cangkul!
mo jadi pengamat? ya blawur ya koh? hehe
mau jadi analis... lha apa bisa cumak ngandelken
pacul?
lha tiwas pikiran ini pakai yang sederhana-2 saja,
eeee tahunya masalahnya yang "mbel-gedhes" gitu.
dan akhirnya, bila ditanya (untung untuk bung martin):
"kalau hukum tidak mampu menjamin keadilan,
langkah apa yang perlu ditempuh bung?"
maka jawabanku adalah: "yaa kita tuntut si hukum
ke pengadilan, k'napa?"
memakai motto seniman nggadur "imam soekarno
alias leo kristi":
"kalau lagi cermin tak lagi punya arti...
pecahkan berkeping-keping!
kita berkaca di riak gelombang
dan sebut satu kata:
(inilah) AKU!"
sekalian wis... nggak perlu lagi memperhati-in opini
dunia riak gelombang kata pakai cermin.... gejolak
rakyat yang nanti akan mencerminkan wajah-wajah
kita... dan harus dengan jujur kita nyatakan itulah AKU!
(tapi ya harus lihat kalau rakyatnya belum jadi riak
gelombang, buat apa kita pecahkan cermin yang
masih berfungsi baik ini, saudara?)
salam,
soel
(nggak tahu nih kenaoa di sini seharian hujan,
sehingga acara terganggu total!)
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!