cinta mas?
rasanya kok bukan ya.
tentang keberadaan mbah dur yang lemah fisik,
rasanya sejak jaman dulu aku menyatakan
bahwa "tidak pantas" menjadi presiden.
rasanya itu pula yang pernah tak tulis baik di
is-lam maupun pmb. tapi mungkin karena
gayanya glemengan, jadi gampang dilupakan.
jadi apa?
saya di sini hanya sekedar mencoba me-nyetia-i
suatu kesepakatan. apalagi kesepakatan itu
menyangkut kehidupan berbangsa dan bernegara,
tak lain adalah "pemilihan GD sebagai presiden"
yang nyata sekali waktu itu di-bisa-bisa-kan.
bahkan dulu pernah ada tuduhan miring bagi
PDI-P yang dikatakan akan memanfaatkan
point ketidak-sehatan GD sebagai capres (masak
pada lupa?). Yang terjadi PDI-P memang goblog,
mereka meladeni GD sebagai pesaing MW.
kemudian MW kalah, dan sudah mutung kembali
ke kamar hotel (begitu cerita-cerita off the record
yang saya dengar dan baca). namun Yth. Jendral
Wiranto yang kemudian menemuinya dan menyatakan
bahwa presiden terpilih GD lebih menghendaki MW
sebagai wakil (ini juga berita off the record yang ditulis
di herald tribune dan info-beat gratisan di internet).
MW yang mutung bersedia maju, dengan pertimbangan
ngamuknya anak-buah bala-kurawa-nya. makanya
dia bilang: "ibumu berdiri di sini itu..." lha nyatanya
bolo-kurowo nggak jadi ngamuk.
yang jelas, bahwa GD jadi presiden adalah suatu
kesepakatan dari majelis permusyawaratan rakyat,
yang tentunya di-amini oleh rakyat yang mempercayakan
hak-hak-nya kepada para anggota MPR itu, termasuk
dalam "memilih"-kan pemimpin bangsa.
kalau sekarang kesepakatan bersama itu sepertinya
di-obok-obok bukan oleh orang luar, melainkan
pencetus kesepakatan itu sendiri, kita mau
bicara apa?
selain ngerumpi gini-ginian......
soeL
------
----- Original Message -----
From: "Abdullah Hasan" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, August 14, 2000 4:28 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] TRIK JAHAT KONGLOMERAT
Mbah, mbah , cinta sampeyan padanya ( sang Wali) betul-betul
mengharukan.
Saya duga beratus-ratus kali lebih besar dibanding cinta saya
pada Ibunda
Mega ( Saya selalu terharu dan mbrebes mili kalau ingat : "
Lihat ! Ibumu
sudah berdiri disini...! ).
Tapi, mbok dilihat sekali lagi. Pokok persoalan dari posting
saya adalah
"trik jahat konglomerat". Yang lain kan cuma becanda.
Waspadalah ! Cinta
itu buta , lho mbah!. Kok cuma yang miring yang kelihatan...?
Wassalam
Abdullah Hasan
( apa belum bosan dengan kapal nyelem, dan piagam tanah abang ?)
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!