Punten ikutan,
Inilah mental para pengusaha (terutama kelas kakap) pengemplang BLBI yang telah 
membuat negara kita bobrok tertimpa hutang, rakus dan hanya mikir perut sendiri.
Sayangnya mental semacam ini bukan hanya milik para konglomerat saja. Tapi lihatlah 
akrobat dari yang terhormat anggota MPR yang telah berperilaku seperti blantik sapi, 
tidak jauh dari para konglomerat, hanya mikir perut sendiri. Biarkan yang lain mau 
rugi apa mengap-mengap yang penting enak buat dirinya.
Masalah presiden yang telah dipercayakan rakyat dengan penuh pengorbanan (waktu, 
tenaga & biaya) agar rakyat mendapat presiden yang baik dan terpercaya, ternyata 
sampai sekarang masih sarat dengan masalah. Presiden yang telah mereka pilih sendiri, 
ternyata "dikemplangi" terus sampai sekarang. 
Setelah pressiden dikentuti dengan issue kesehatannya (padahal jauh-jauh hari 
kesehatan presiden juga sudah demikian), terus presiden "ditampar" mulutnya karena 
katanya banyak omong dijaman demokrasi ini (karena kita sudah terbiasa dengan jaman 
Soeharto dibohongi dengan berita yang manis-manis, walaupun kenyataanya pahit), 
sekarang presiden mau diiket tangan dan kakinya agar tidak berkuasa penuh. Dan 
gemblungnya, kekuasaan itu mau diberikan kepada mbak gendut yang nggak banyak omong 
yang dulu pernah ditentang keras-keras ("asal bukan mbak gendut"), dengan berbagai, 
cara agar tidak memimpin negara ini.
Melihat kelakuan seperti ini, saya bisa memaklumi bila para konglomerat dan bandit 
lainnya ikut memanfaatkan kegeblekan kita dan cari untung sendiri.

Salam,



------Original Message------
From: "Ali Hasan" <[EMAIL PROTECTED]>
To: Millis Kuli-Tinta <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: August 14, 2000 6:39:36 AM GMT
Subject: [Kuli Tinta] TRIK JAHAT KONGLOMERAT


Tahun 1998 Anthony Liem menandatangani MSAA( Master of Settlement and
Acquisition Agreement) yang merupakan perjanjian pengembalian utang BLBI
melalui penjaminan asset. Sejumlah perusahaan yang dipayungi PT. Holdiko
Perkasa diserahkan untuk menutup hutang sebanyak 52 Trilyun.

Belakangan ada investor dari Malaysia melirik perusahaan Salim tersebut.
Kabarnya pihak BPPN sudah menyetujui untuk menjual perusahaan tersebut
dengan nilai 20 Trilyun. Harga itu ( 30%- 40% nilai yang dijaminkan ), sudah
dianggap sangat baik.

Untunglah kemudian Kwik mencium bahwa ada hal busuk disana. Ketahuan bahwa
perusahaan Malaysia tersebut sebetulnya adalah pihak Liem sendiri. Menurut
MSAA, berapapun harga yang terjual, pihak pengutang BLBI dianggap telah
lunas membayar hutangnya. Teknik ini dengan mudah mereguk untung 32 Trilyun
milik negara.

Entah berapa dari 32 Trilyun tersebut yang dibagi-bagi. Saya yakin, bahwa
pihak Liem tahu benar sifat nggeragas birokrat kita saat ini. Dua Trilyun
sudah lebih dari cukup. Lha wong 35 milyar saja mau kok. Suwondo mendapat 5
M. Si ini dapat lima, si itu mendapat sepuluh......( A la... jangan
banyak-banyak.. La... tawal dulu  100 milyal....).

Dan Kwik pun bakal dihalang-halangi mati-matian untuk menjabat lagi. Kecuali
kalau ada Tap MPR , mungkin!

Wassalam
Abdullah Hasan.


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!

-----------------------------------------------
FREE! The World's Best Email Address @email.com
Reserve your name now at http://www.email.com



->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke