Sukaton wrote:

> Punten ikutan,
> Inilah mental para pengusaha (terutama kelas kakap) pengemplang BLBI yang telah 
>membuat negara kita bobrok tertimpa hutang, rakus dan hanya mikir perut sendiri.
> Sayangnya mental semacam ini bukan hanya milik para konglomerat saja. Tapi lihatlah 
>akrobat dari yang terhormat anggota MPR yang telah berperilaku seperti blantik sapi, 
>tidak jauh dari para konglomerat, hanya mikir perut sendiri. Biarkan yang lain mau 
>rugi apa mengap-mengap yang penting enak buat dirinya.
> Masalah presiden yang telah dipercayakan rakyat dengan penuh pengorbanan (waktu, 
>tenaga & biaya) agar rakyat mendapat presiden yang baik dan terpercaya, ternyata 
>sampai sekarang masih sarat dengan masalah. Presiden yang telah mereka pilih sendiri, 
>ternyata "dikemplangi" terus sampai sekarang.

--- dihapus---
Saya kok agak nggak ngerti logika ini. Setahu saya pemegang kekuasaan tertinggi itu 
kan Presiden, yang menjalankan pemerintahan juga pemerintah alias presiden dengan 
semua "pembantu"2x nya. Sebagai orang kecil, kalau ada yang nggak bener dengan 
berjalannya negara ini (harga2x mahal, lapangan kerja kurang, pendidikan tidak 
terjangkau, berusaha susah, jalanan macet, banyak kriminalitas, dll) setahu saya ya 
mesti penyelenggara negara yang mesti disalahkan, yang dalam hal ini pemerintah 
tentunya, CMIIW.

MPR kan sudah bikin GBHN yang mesti dicapai dalam lima tahun ini, kalau kemudian MPR 
mau ribut tiap hari kek, ngancam njewer tiap jam kek, rapat tahunan atau bulanan, ya 
biarin aja. Kenapa mesti mempengaruhi kinerja Pemerintah? Ini lho job description yang 
anda kasih kemarin, ini lho pencapaiannya, kan beres? Kecuali kalau memang 
pencapaiannya nggak bener. Tapi kalau memang nggak bener, gimana kita mau salahin mpr 
nya? Orang mpr kerjanya cuma ribut doang, sedang semua kekuasaan menjalankan 
pemerintahan ada di pemerintah?

Bos saya ngasih tugas yang harus saya selesaikan dengan schedule tertentu. Tapi bos 
saya maksa saya makai orang2x yang dia tentuin yang saya tahu tidak akan membantu saya 
mencapai target yang diberikan. kan bodoh kalau saya maksa pake orang2x yang ditunjuk 
itu? Bilang yang tegas : Bos, anda sudah nunjuk saya, saya pilih orang2x saya sendiri! 
Mau bos teriak2x setiap jam, ya biar saja. Kerja saja dengan orang2x yang bisa 
dipercaya dan diyakini bisa. Nanti kalau target sudah tercapai juga kelihatan, siapa 
yang mesti dilihat.

Atau negara tidak sesederhana itu? Terus se-complicated apa?

Sopir dikantor saya yang waktu pemilu lalu milih PAN,  sekarang benci banget sama AR, 
katanya : Habis kerjanya ngomong melulu, bikin keadaan negara nggak karu2xan. Wah, 
saya juga pengen banget nyalahin AR karena banyak omongannya yang "nggak sopan", tapi 
bagaimana logikanya? Orang bukan AR yang menjalankan pemerintahan negara ini. Mau 
nggak mau, presidennya yang harus saya salahkan. Ini sama ketika dulu waktu jaman Hbb 
orang nyalahin suara2x diluar yang terus mengganggu pemerintahan dengan komentar, 
opini, dlsb. Bagaimana mau disalahkan (orang2x diluar itu), orang Hbb yang jadi 
presidennya!

Mohon pencerahan.



->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke