From: "Wisnu Ali Martono" <[EMAIL PROTECTED]>
: WAM:
: Anda tidak mengkonotasikan _jendela_ kapal selam
dengan jendela rumah kan? :=)
: Itu saja ukuran apakah sampeyan masuk golongan
tolol atau bukan. BUka saya  yang menentukan, mbah.
:=)
: WAM:
: SAya percaya, sekarang. Karena pengetahuan anda tentang
penamaan KRI sama
: dengan yang saya punya. (Dan tidak dipunyai oleh mbah Soel
dkk).
----:{}|
bener-bener.... dan Soel et al. itu termasuk mbah Gigih...
hahahaa
eh nggak boleh ding kalau di e-mail (kemarin aku ditegoran
ku barudhak..) kalau nulis ketawa harus -:). hanya saja,
berhubung
nama-nama pahlawan itu tergolong sedikit, maka faham pula
aku, bahwa jumblah daripada kapal perang negara maritim RI
ini sejumblah pahlawannya.
-----
: WAM:
: Tepat, anda sudah menyebutkan tata cara penamaan kapal RI.
: Itu juga yang saya tahu (dan tidak diketahui oleh mbah Soel
dkk).
: Tatacara penomoran lambungnya sama saja. Dengan melihat nomer
pertama
: (dari 3 angka) kita bisa tahu jenis kapal perang apa. Untuk
kapal
: pengangkut, biasanya dimulai dengan nomer 9.
--:)
usul mas WAM, mumpung pengetahuanku serba sedikit, kalau sistem
penamaan kapal-keruk itu gimana ya?
------
sambungannya ahli kapal Mas WAM:
: Jadi, tenang saja mbah. Anda tidak termasuk kelompok tolol
yang saya sebut
: itu. Saya bukan orang yang dibesarkan di lingkungan TNI AL
seperti simbah.
: Tapi, saya masih punya kecerdasan untuk tahu gimana tata cara
penamaan dan
: penomoran kapal perang. Tatacara pemberian nama pesawat tempur
(sistem
: NATO, Amerika, Inggris, Perancis, Rusia, China) saya juga
tahu.
: Namun, saya tidak perlu merasa pinter dengan menertawakan
orang yang
: menyebut access hatch sebagai jendela. Saya hanya
menertawakan, kenapa
: difikir access hatch ini bisa dibuka semaunya? Beda dengan
yang _sangat
: terdidik_ mbah Soel. Tahu kapal selam juga enggak, tapi merasa
pinter.
--:{}}}}}
 memang kok sok pinter yang namanya SOELOYO ini.
lha gimana coba, dituntut mencari istilah pintu eh... jendela
eh...
pokoknya tempat matwa lobang daripada kapal selam buat
keluar masuknya awak kapal dan (mungkin) termasuk peluru
kendali matawa toropedorrrr.... yang sudah dipandu dengan
bahasa inggris HATCH, malah nemunya mesin TETAS.
lubang hatch, ketemunya lubang tetas.... terus apa kapal
selam itu bentuknya mirip TELOR? sehingga cangkang
eh... salah dinding wall-nya boleh disebut shell? sumpah
memang belum sempat lihat in live temenan aku dengan
kapal silem itu. kecuali pempek-kapal selam....

Lha bareng nyari shell malah ketemunya lubang tembak
buat toropedorrrrr itu, yang sepadan benar dengan
stadium tropedo dari nuftah kecil-kecil yang sementara bulan
lalu tak amati sampek jeles...
yang jelas, ketika ikutan diskusi jendela kapal selam ini,
sama sekali si Soel tidak mempertimbangkan pengetahuannya,
selain dari segi bahasa. bahasa indonesia. juga tertarik
dengan pembenaran Mas WAM, AKS tentang kenyataan
ada kapal selam berjendela di Bali... sial bener aku,
ketika membayangkan jendela itu sama dengan MADO GUCHI
atau lubang LOKET buat beli tiket atau prangko di kantor
pos, ternyata semua sualaaaah polll.
mahap saudara-saudara atas kelancangan dugaan saya tentang
jendela-kapal-silem kemarin-kemarin. siapa tahu itu menimbulkan
kekacauan cara berfikir dan menangkap ungkapan bahasa
saudara-saudara sekalian, terutama Soel et al.

soelojo
--------


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke