Saya sangat setuju dengan usulan untuk mempertimbangkan kehadiran Peace
Keeping Force dari aspek biaya dan lain-lain. Memang begitulah hasil
kebijakan pemerintah yang sangat gegabah alias sembrono. Di saat rakyat
indonesia sedang prihatin menghadapi krisis, pemerintah bikin kebijakan
yang neko-neko yang resikonya cukup besar. Kasus Ambon dan Aceh belum
tuntas, eh..muncul masalah Timtim....Tanpa menghitung biaya untuk Peace
keeping Force (seandainya Indonesia harus ikut menanggung biayanya) kantong
negara kitapun sudah tekor untuk membiayai para pengungsi.......Belum lagi
berapa besar "investasi pembangunan " yang sudah ditanam di Timtim dan
hilang musnah ?
Dalam hal ini bukan saya tidak setuju dengan saudara-saudara kita di Timtim
yang ingin merdeka karena saya berpendapat bahwa kemerdekaan adalah hak
setiap manusia dan saya juga bisa memahami perasaan saudara-saudara kita di
Timtim yang ingin merdeka karena mungkin agak "dendam" terhadap perlakuan
ABRI yang sering kurang bijak selama ini. Saya hanya menyanyangkan sikap
pemerintah yang tidak jeli memilih moment untuk menyelesaikan suatu
masalah. Akibatnya permasalahan tidak terpecahkan malah menjadi semakin
ruwet kayak benang kusut. Yach..sudah jatuh keruntuhan tangga.......mending
kalau tangganya tangga bambu yang paling-paling membuat kepala benjol..lha
ini tangganya tangga beton..ya..kita minimal nantinya babak belur kalau
tidak mati kejepit....
Salam,
Edy Marbyanto
At 02:08 PM 9/14/99 +0700, you wrote:
>Dear All,
>
>Saya ingin menguatarakan pendapat kepada masyarakat :
>
>Saya tidak keberatan International Peace Keeping Force masuk Indonesia,
>toh nantinya akan juga demikian,
>tetapi yang menjadi masalah adalah :
>
>Who is going to pay ?
>Amerika ini biasanya berkedok humanitarian tetapi belakang kwitansinya
>diberikan kepada orang lain,
>bertindak seperti missionries. Ingat kuwait yang membayar adalah Saudi
>Arabia. Karena UN sendiri sudah
>kebanyakan uang.
>
>For How Long ?
>Masalah East Timor bakal lama sekali kalau kita harus menunggu sampai
>negeri ini berdiri sendiri.
>
>How Much ?
>Kalau jumlah budget yang dihadapkan kepada kita terlalu besar, evaluate
>sekali kalau kemerdekaan East
>Timor). Saudi Arabia harus membayar 50 billion dollar untuk perang
>Kuwait.
>
>Pemerintah Indonesia harus transparant dalam hal ini.
>
>
>
>Sincerely,
>
>
>Letter from London
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]