Dear All,
Komentar:
Blunder memang selalu mahal ongkosnya. Sialnya yang bayar blunder pemimpin
selalu rakyat. Jangan sampai rakyat juga harus bayar dengan eksploitasi rasa
nasinalisme berlebihan atas blunder yang mereka bikin.
At 14:08 14/09/99 +0700, you wrote:
>Dear All,
>
>Saya ingin menguatarakan pendapat kepada masyarakat :
>
>Saya tidak keberatan International Peace Keeping Force masuk Indonesia,
>toh nantinya akan juga demikian,
>tetapi yang menjadi masalah adalah :
>
>Who is going to pay ?
>Amerika ini biasanya berkedok humanitarian tetapi belakang kwitansinya
>diberikan kepada orang lain,
>bertindak seperti missionries. Ingat kuwait yang membayar adalah Saudi
>Arabia. Karena UN sendiri sudah
>kebanyakan uang.
>
>For How Long ?
>Masalah East Timor bakal lama sekali kalau kita harus menunggu sampai
>negeri ini berdiri sendiri.
>
>How Much ?
>Kalau jumlah budget yang dihadapkan kepada kita terlalu besar, evaluate
>sekali kalau kemerdekaan East
>Timor). Saudi Arabia harus membayar 50 billion dollar untuk perang
>Kuwait.
>
>Pemerintah Indonesia harus transparant dalam hal ini.
>
>
>
>Sincerely,
>
>
>Letter from London
>
>Content-Type: text/plain; charset=
>
>---------------------------------------------------------------------
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
Johannes Subijanto
Head, Division of Wild Flora and Fauna Traffic
Directorate General of Forest Protection and Nature Conservation
Manggala Wanabakti Bldg. Block VII 7th Floor - Jalan Gatot Subroto, Jakarta
Indonesia
Phone & Fax 62 21 5720227
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]