At 08:23 AM 9/23/99 +0800, you wrote:
>
>Yang membilang bahwa Barat mensuplai mileter/membantu militer Indonesia dan
>mereka berhak juga disalahkan sama juga dengan menyalahkan saya sebagai
>warganegara dan anda-anda sekalian yang membayar pajak per bulan ke
>pemerintah, tapi cucuran hasil keringat kita dipakai untuk membantai
>saudara-saudara kita....
>Atau juga salahkan kekayaan alam didaerah-daerah (gas,minyak bumi, batubara)
>yang dirampok dari daerah (Irian Jaya, Kaltim, Riau, Achech)..dibawa ke
>Jakarta, sampai di Jakarta sebagian besar dikorupsi, sebagian lagi dipakai
>militer untuk membiayai perang melawan rakyatnya sendiri, dan hanya sedikit
>sekali kembali kedaerah, sehingga rakyat daerah tetap menderita, susah
>sekolah, jalanan berdebu/tidak ada jalan, susah air dsb : Apakah itu berarti
>kita semua bersalah...
>Yah memang kita semua bersalah karena tidak memperingatkan (tidak berani
>memperingatkan/mencegah) angkatan bersenjata jahanam yang petantang
>petenteng dengan sangkur, bedil, dan senjatanya menyiksa,membunuh dan
>menekan rakyat diseluruh Indonesia...
>
>salam
>
>GNA
>
>> ----------
>> From: Hira D.G.[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>> Sent: Wednesday, September 22, 1999 8:20 PM
>> To: [EMAIL PROTECTED]
>> Subject: Re: [lingkungan] Re : Your Comment ? Letter from London
>>
>> Harry, Yani dan teman-teman,
>>
>> Saya setuju dengan komentar Yani Witjaksono. Saya pikir perlu kita
>> jelaskan
>> bahwa seluruh Indonesia bukanlah TNI yang brutal di Timtim. Kita juga
>> perlu
>> jelaskan bahwa masalah Timtim bukan hanya salah TNI Indonesia (yang harus
>> kita akui sebagai pelanggar ham) tetapi negara barat yang selama ini
>> menyokong Abri dalam hal latihan militer dan dana. Pemerintah Barat selama
>> ini kemana ketika ngasih bantuan itu? Bukankah mereka juga tahu. Waktu itu
>> masyarakat Australia banyak yang menentang, tetapi malah pemerintahnya
>> membela kepentingan mereka di Timtim lewat Indonesia. Jadi mari kita
>> bernalar dengan mereka seperti kata Yani.
>>
>> Terima kasih dan salam
>> Hira
>>
>> ----------
>> > From: witjaksono <[EMAIL PROTECTED]>
>> > To: [EMAIL PROTECTED]
>> > Subject: RE: [lingkungan] Re : Your Comment ? Letter from London
>> > Date: Wednesday, September 22, 1999 6:20 AM
>> >
>> > Harry:
>> > Jangan terlalu berkecil hati dengan kampanye pemboikotan seminar terumbu
>> > karang di Bali. Orang aneh pasti ada saja. Yang penting, orang-orang
>> aneh
>> > itu perlu diberi pengertian. Kalau orang-orang aneh itu ilmuwan, bukan
>> > politikus, saya punya harapan untuk bisa bernalar dengan mereka. Saya
>> > percaya bahwa mereka bisa diajak bicara dan diminta berfikir lebih adil.
>> > Kalau ada yang tahu alamat pengkampanye tentang pemboikotan seminar
>> semacam
>> > itu, tolong kirim ke list lingkungan ini. Saya akan coba meluangkan
>> waktu
>> > untuk bernalar sehat dengan mereka.
>> >
>> > Salam,
>> > Witjaksono
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> > ---------------------------------------------------------------------
>> > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>> > For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>> >
>> >
>> >
>>
>> ---------------------------------------------------------------------
>> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>> For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>>
>>
>>
>>
>
>---------------------------------------------------------------------
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
>
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/