Yang membilang bahwa Barat mensuplai mileter/membantu militer Indonesia dan
mereka berhak juga disalahkan sama juga dengan menyalahkan saya sebagai
warganegara dan anda-anda sekalian yang membayar pajak per bulan ke
pemerintah, tapi cucuran hasil keringat kita dipakai untuk membantai
saudara-saudara kita....
Atau juga salahkan kekayaan alam didaerah-daerah (gas,minyak bumi, batubara)
yang dirampok dari daerah (Irian Jaya, Kaltim, Riau, Achech)..dibawa ke
Jakarta, sampai di Jakarta sebagian besar dikorupsi, sebagian lagi dipakai
militer untuk membiayai perang melawan rakyatnya sendiri, dan hanya sedikit
sekali kembali kedaerah, sehingga rakyat daerah tetap menderita, susah
sekolah, jalanan berdebu/tidak ada jalan, susah air dsb : Apakah itu berarti
kita semua bersalah...
Yah memang kita semua bersalah karena tidak memperingatkan (tidak berani
memperingatkan/mencegah) angkatan bersenjata jahanam yang petantang
petenteng dengan sangkur, bedil, dan senjatanya menyiksa,membunuh dan
menekan rakyat diseluruh Indonesia...
salam
GNA
> ----------
> From: Hira D.G.[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Wednesday, September 22, 1999 8:20 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [lingkungan] Re : Your Comment ? Letter from London
>
> Harry, Yani dan teman-teman,
>
> Saya setuju dengan komentar Yani Witjaksono. Saya pikir perlu kita
> jelaskan
> bahwa seluruh Indonesia bukanlah TNI yang brutal di Timtim. Kita juga
> perlu
> jelaskan bahwa masalah Timtim bukan hanya salah TNI Indonesia (yang harus
> kita akui sebagai pelanggar ham) tetapi negara barat yang selama ini
> menyokong Abri dalam hal latihan militer dan dana. Pemerintah Barat selama
> ini kemana ketika ngasih bantuan itu? Bukankah mereka juga tahu. Waktu itu
> masyarakat Australia banyak yang menentang, tetapi malah pemerintahnya
> membela kepentingan mereka di Timtim lewat Indonesia. Jadi mari kita
> bernalar dengan mereka seperti kata Yani.
>
> Terima kasih dan salam
> Hira
>
> ----------
> > From: witjaksono <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: [EMAIL PROTECTED]
> > Subject: RE: [lingkungan] Re : Your Comment ? Letter from London
> > Date: Wednesday, September 22, 1999 6:20 AM
> >
> > Harry:
> > Jangan terlalu berkecil hati dengan kampanye pemboikotan seminar terumbu
> > karang di Bali. Orang aneh pasti ada saja. Yang penting, orang-orang
> aneh
> > itu perlu diberi pengertian. Kalau orang-orang aneh itu ilmuwan, bukan
> > politikus, saya punya harapan untuk bisa bernalar dengan mereka. Saya
> > percaya bahwa mereka bisa diajak bicara dan diminta berfikir lebih adil.
> > Kalau ada yang tahu alamat pengkampanye tentang pemboikotan seminar
> semacam
> > itu, tolong kirim ke list lingkungan ini. Saya akan coba meluangkan
> waktu
> > untuk bernalar sehat dengan mereka.
> >
> > Salam,
> > Witjaksono
> >
> >
> >
> >
> >
> > ---------------------------------------------------------------------
> > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> > For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >
> >
> >
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
>
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]